Serangan Drone Hantam Jalur Pipa Minyak Arab Saudi, Diduga Berasal dari Irak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Serangan Drone Hantam Jalur Pipa Minyak Arab Saudi, Diduga Berasal dari Irak

Kepulan asap membubung dari kilang minyak Saudi Aramco di Jizan, 26 Juli 2026 (Foto: Gallo Images / Orbital Horizon / Copernicus Sentinel Data 2026)

RIYADH - Arab Saudi terpaksa menutup jalur pipa minyak strategis Timur-Barat setelah serangan pesawat nirawak (drone) merusak akomodasi pemompaan di sepanjang rute tersebut. Serangan ini menjadi pukulan baru bagi keahlian kerajaan tersebut dalam mengekspor minyak mentah di tengah situasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan pada Jumat (11/9/2026) bahwa jalur pipa tersebut dihantam di beberapa letak di wilayah Riyadh dan Madinah sehari sebelumnya, nan mengakibatkan "sejumlah korban luka" dan mendorong pihak berkuasa untuk menghentikan operasi sebagai "langkah pencegahan." Tim darurat sedang melakukan penilaian terhadap kerusakan, dan pihak Riyadh belum memberikan keterangan mengenai kapan operasi pemompaan bakal dilanjutkan kembali.

Dua pejabat AS nan dikutip oleh CNN menyatakan bahwa kajian awal mengindikasikan setidaknya dua stasiun pemompaan di sepanjang jalur pipa tersebut terkena serangan drone. Citra satelit dilaporkan memperlihatkan kerusakan parah akibat kebakaran di salah satu akomodasi serta kebakaran nan lebih mini di akomodasi lainnya.

Pipa Timur-Barat mengalirkan minyak mentah dari Provinsi Timur Arab Saudi—wilayah penghasil minyak—melintasi wilayah kerajaan menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sehingga memungkinkan ekspor dilakukan tanpa kudu melewati Selat Hormuz. Pipa ini bisa mengalirkan hingga 7 juta barel per hari, dengan sekitar 5 juta barel per hari tersedia untuk ekspor setelah memenuhi kebutuhan kilang-kilang di wilayah barat.

Rute ini menjadi sangat krusial sejak bentrok antara Washington dan Teheran sangat mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz. Arab Saudi dilaporkan mengalihkan sekitar 5 juta barel minyak per hari—yang sedianya bakal dimuat di terminal-terminal Teluk Persia—ke jalur pipa menuju Laut Merah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑