Sepucuk Surat Maaf Maling di Mojokerto: Kepepet Bayar Sekolah Anak

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang maling meninggalkan sepucuk surat permintaan maaf nan diselipkan di bawah pintu toko kelontong milik Alfin Setyo Tunggal (37) di Mojokerto usai melakukan tindakan pencurian sejumlah uang.

Kasus pencurian ini terjadi siang bolong pada Minggu (7/6). Awalnya, Alfin memandang pelaku keluar masuk toko kelontongnya di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Pungging, Mojokerto.

Saat itu Alfin sedang merawat ikan, 25 meter di depan tokonya. Pria mencurigakan itu memakai hoodie hitam, celana jins, serta topi dan masker hitam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfin pun berlari ke dalam rumah untuk menunjukkan sang istri lantaran cemas pria itu beriktikad membeli sesuatu. Rupanya, pria itu tak memanggil pemilik toko layaknya pembeli lain.

Alfin pun lantas menyergap dan menggeledah saku jaket serta celana pelaku. Ia menemukan 6 balut rokok nan dicuri pelaku dari etalase tokonya.

"Saya ambil 2, nan 4 balut dikeluarkan sendiri oleh pelaku," kata Alfin kepada detikJatim, Jumat (12/6).

Menurut Alfin, saat itu si pencuri sempat memberontak. Sehingga dia terpaksa mengambil parang dari dalam toko untuk menakut-nakuti pelaku lantaran cemas pelaku juga membawa senjata tajam.

"Karena takutnya si pencuri itu bawa senjata tajam juga," ungkapnya.

Penangkapan maling di siang bolong ini sempat direkam video oleh istri Alfin. Dalam video itu pelaku berulang kali meminta maaf kepada korban apalagi sempat merengek.

"Mboten pak saestu mboten, rokok mawon pak. KTP kulo krembung pak, pon sepurane sing katah pak (Tidak pak sungguh tidak, rokok saja pak. KTP saya Krembung, Sidoarjo, sudah minta maaf nan sebesar-besarnya pak)," ujar pelaku dalam rekaman video.

Tidak hanya meminta maaf, pelaku juga beriktikad bayar 6 balut rokok nan dia curi. Namun dengan besar hati, Alfin menolaknya. Ia memilih memaafkan, menyerahkan kembali KTP pelaku, lampau membiarkan si pencuri pergi begitu saja setelah mengamankan rokoknya.

"Saya kasihan, peralatan kali dia hanya khilaf, saya maafkan," terangnya.

Sejurus kemudian, situasi berbalik saat istri Alfin mengecek laci toko kelontong. Ternyata, maling itu telah membohongi mereka. Bapak dua anak ini langsung mengejar pelaku sampai ke wilayah Krembung, Sidoarjo, lantaran sempat membaca sekilas alamat di KTP pelaku.

"Ternyata selesai saya maafkan, pencuri itu sudah pergi, istri saya cek laci toko, rupanya uangnya juga hilang. Saya kejar pelaku, saya cari tidak ketemu," jelasnya.

Menjelang sore, Alfin berakhir mencari pelaku lantaran kudu bekerja. Ketika jam rehat sekitar pukul 18.00 WIB, pekerja pabrik pakan ternak di Pungging ini langsung melapor ke Polsek Pungging.

Keesokan harinya pada Senin (8/6), tindakan si maling kembali mengejutkan Alfin. Diam-diam pelaku kembali menyatroni tokonya bukan untuk mencuri lagi, melainkan mengirim surat nan ditulis tangan pada secarik kertas.

Surat tersebut diselipkan pelaku di bawah pintu toko Alfin. Istri Alfin pertama kali menemukan surat dari si pencuri setelah subuh. Melalui surat tersebut, pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

"Saya baca rupanya surat dari maling itu. Isinya minta maaf, katanya masalah mencuri itu buat biayai anaknya sekolah dan kelak dua minggu lagi bakal diganti uangnya. Ya saya menunggu saja respons baik dari maling tersebut," cetusnya.

Berikut adalah isi surat nan ditulis oleh pelaku:

Mohon maaf pak buk
Kulo kaet kerja penghasilan digantung

Bapak/Ibu ngapunten seng kata
Saya kepepet pak buk, butuh duit nyari pinjaman gak ada. Kalau gak kebayar gak bisa ikut. Uang bapak Rp 352.000 saya gajian 2 minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000.

Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi.

Belakangan, lanjut Alfin, pelaku juga menghubungi dirinya melalui telepon maupun pesan WhatsApp. Pria berinisial EPB (35), asal Desa Keret, Krembung, Sidoarjo itu berkilah nekat mencuri untuk bayar duit semester anaknya agar boleh mengikuti ujian.

"Alasannya untuk bayar semester anaknya. Kalau tidak bayar tidak boleh ikut ujian semester. Dia cerita ke saya anaknya 3, kebenarannya saya tidak tahu," terang Alfin.

Selanjutnya, pelaku menyatakan mau meminta maaf secara langsung dan berjanji bakal mengembalikan duit Alfin pada Jumat alias Sabtu lusa. Jika pelaku betul-betul datang, Alfin bakal mengajaknya ke Polsek Pungging agar proses mediasi didampingi oleh polisi.

"Saya bersedia memaafkan jika di polsek lantaran saya sudah laporan. Sekalian agar dia membikin surat pernyataan tidak bakal mengulangi dan mengganggu family saya. Karena ada trauma pada istri dan anak saya saat kejadian," ungkapnya.

Selengkapnya di sini.

(gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional