Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KA Bandara di Perlintasan Stasiun Taman Kota

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi kereta airport Soekarno-Hatta. Foto: Shutterstock

Seorang wanita berumur 20 tahun tewas setelah tertabrak Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di perlintasan Stasiun Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (1/8) siang.

"Telah terjadi kecelakaan lampau lintas 33-K di wilayah norma Polres Metro Jakarta Barat," kata Kasat Lantas Metropolitan Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, dalam keterangannya, Minggu (2/8).

Berdasarkan laporan kepolisian, korban berjulukan Nabila Adisti Nuzilah Ramadhani (20), penduduk Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.50 WIB di perlintasan kereta api Jalan Taman Kota Raya.

Dalam laporan kepolisian disebutkan, sebelum kecelakaan terjadi, korban melangkah dari arah utara menuju selatan. Saat itu palang pintu perlintasan dalam kondisi tertutup.

Sesampainya di perlintasan, korban tertemper Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta nomor 847A nan melaju dari arah barat menuju timur.

Akibat tumbukan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan kedua kaki. Korban dinyatakan meninggal bumi di letak kejadian sebelum dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Polisi tetap menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

"KAI ikut berbelasungkawa kepada almarhumah dan keluarganya. Kita doakan saja bersama-sama agar family nan ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran," kata Franoto, Minggu (2/8).

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api.

"KAI menegaskan agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada ketika melewati perlintasan KA. Yakinkan tidak ada KA nan bakal lewat, baru boleh melintas," ujarnya.

Sebelumnya, beredar info di media sosial nan menyebut korban diduga tidak mendengar klakson kereta lantaran menggunakan headset. Namun, pihak kepolisian belum menyampaikan pernyataan mengenai penyebab kecelakaan dan tetap melakukan penyelidikan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan