Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas saat Ekspedisi Broad Peak Pakistan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Nirmal Purja, pendaki asal Nepal nan sukses mendaki 14 puncak gunung tertinggi dunia. Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar

Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, meninggal bumi setelah tertimbun longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Broad Peak, Pakistan. Purja dikenal luas sebagai pemegang rekor pendakian tercepat ke 14 gunung tertinggi di bumi alias 14 Peaks.

Kabar duka itu diumumkan perusahaan penyelenggara ekspedisinya, Elite Exped, melalui pernyataan resmi pada Sabtu (1/8).

"Hari ini dengan kesedihan mendalam dan duka cita nan luar biasa, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal 'Nimsdai' Purja secara tragis kehilangan nyawanya akibat longsoran salju di Broad Peak," tulis Elite Exped dikutip Reuters.

Perusahaan itu memastikan sejumlah personil ekspedisi lain nan turut tertimbun longsoran salju tidak selamat.

Purja berumur 43 tahun. Ia berbareng sembilan pendaki lainnya dilaporkan lenyap sejak Kamis (30/7) setelah longsoran salju menerjang Broad Peak, gunung setinggi 8.051 meter di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Broad Peak merupakan gunung tertinggi ke-12 di bumi dan dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang.

Gunung tertutup salju setelah hujan salju lebat di Lembah Neelum, Pakistan. Foto: REUTERS/M. Saif ul Islam/File Photo

Jenazah Belum Dievakuasi

Otoritas Pakistan menyatakan, letak para korban telah ditemukan menggunakan support drone dan pengintaian udara. Namun, proses pemindahan belum dapat dilakukan lantaran medan nan sangat berbahaya.

Direktur Seven Summit Treks, Chhang Dawa Sherpa, mengatakan seluruh jenazah korban telah sukses diidentifikasi.

"Mereka berada di letak nan susah dan belum dapat dievakuasi," katanya.

Ia menjelaskan Pakistan belum mempunyai keahlian pengamanan helikopter dengan metode long-line rescue seperti nan digunakan di Nepal untuk operasi di pegunungan tinggi.

Karena itu, tim penyelamat tetap mempertimbangkan keselamatan personel sebelum mengevakuasi para korban.

Wakil Direktur Departemen Pariwisata Gilgit-Baltistan, Sajid Hussain, mengatakan, operasi pencarian dan pemindahan tetap berlangsung.

"Tim penyelamat telah sukses mengidentifikasi letak para korban, tetapi belum dapat mengevakuasi mereka dengan aman," ujarnya.

Menurut dia, meski posisi korban telah diketahui melalui drone, medan nan ekstrem membikin proses pemindahan menjadi sangat sulit.

Nirmal Purja, pendaki asal Nepal nan sukses mendaki 14 puncak gunung tertinggi dunia. Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar

Pendaki nan Mengubah Sejarah

Purja merupakan mantan prajurit Gurkha nan kemudian berasosiasi dengan pasukan elite Inggris, Special Boat Service (SBS), sebelum beranjak menjadi pendaki profesional.

Namanya mendunia pada 2019 ketika sukses menaklukkan seluruh 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan enam hari, memecahkan rekor bumi nan sebelumnya memperkuat selama bertahun-tahun.

Kisah tersebut kemudian diangkat dalam movie dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible, nan membikin sosok Purja semakin dikenal sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh di era modern.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Purja dan para pendaki lainnya.

"Hanya perjalanan bentuk mereka nan telah berakhir. Namun sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka bakal terus hidup serta menginspirasi," tulis Shah.

Ucapan duka juga datang dari Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting. Ia menyebut Purja sebagai sosok inspiratif nan telah mengabdikan diri di Angkatan Bersenjata Inggris sebelum mengukir prestasi luar biasa di bumi pendakian.

Menurut info otoritas Pakistan, 10 pendaki menjadi korban longsoran salju tersebut. Mereka terdiri atas enam penduduk Nepal serta masing-masing satu pendaki dari Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan