Senpi yang Ditemukan di Sekolah Milik Seseorang yang Meninggal Tahun 2020

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Polda Metro Jaya tetap menyelidiki kepemilikan satu pucuk senjata api nan ditemukan berbareng ratusan senapan angin di sebuah yayasan sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Dari hasil penelusuran awal, senjata api tersebut tercatat atas nama seseorang berinisial DS nan telah meninggal bumi pada 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, interogator Direktorat Intelkam Subdit Wasendak telah menelusuri arsip kepemilikan senjata tersebut.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal bumi tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," kata Budi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/8).

Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Budi menjelaskan, satu pucuk senjata api nan diamankan merupakan senjata jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Senjata itu ditemukan berbareng 995 pucuk senapan angin nan sebelumnya dilaporkan berada di penyimpanan sebuah yayasan di Jakarta Selatan.

Menurutnya, interogator sekarang mendalami status kepemilikan senjata tersebut setelah pemilik nan tercatat telah meninggal dunia.

Ia menjelaskan terdapat sistem nan kudu dilakukan family andaikan pemilik senjata api meninggal dunia.

Penampakan 995 senjata api dan amunisi ditemukan di ruangan kepala yayasan sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Harusnya, andaikan meninggal, family melaporkan kepada pihak kepolisian, menyerahkan dokumen, menyerahkan dan bisa menitipkan," ujar Budi.

"Dan itu bisa kembali apakah menjadi hibah kepada family nan berkepentingan ataupun beranjak kepada kepemilikan orang lain, itu sudah diatur dalam satu regulasi," lanjutnya.

Selain menelusuri status kepemilikan senjata, polisi juga mendalami asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, letak penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan seluruh peralatan nan ditemukan di lokasi.

Senjata api dan amunisi nan ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Budi menambahkan polisi juga bakal memanggil mantan pengurus yayasan berinisial IWD untuk dimintai keterangan mengenai penyimpanan barang-barang tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan temuan di yayasan tersebut terdiri atas 995 pucuk senapan angin dan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Tak hanya itu, polisi juga menemukan narkoba dan CD porno di dalam penyimpanan tersebut.

Seluruh peralatan bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Adapun yayasan sekolah elite tersebut telah mengalami bentrok internal mengenai perebutan kepengurusan sejak tahun 2006-an.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan