Nama pengusaha muda Norman Joesoef santer disebut-sebut bakal ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) baru di Kabinet Merah Putih. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono pun merespons rumor ini.
Menurutnya, penunjukan pejabat di kabinet adalah kewenangan prerogatif presiden, sehingga mengenai nama Wamenhan baru, Dave menilai, sebaiknya menunggu pengumuman resmi Presiden Prabowo Subianto.
"Penentuan susunan kabinet, termasuk andaikan terdapat pengisian kedudukan Wakil Menteri Pertahanan, merupakan kewenangan prerogatif Presiden nan tentu kudu dihormati," ucap Dave kepada wartawan, Jumat (7/8).
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi nan dapat dijadikan rujukan. Karena itu, menurut saya, publik sebaiknya menunggu penyampaian resmi dari Presiden agar tidak berkembang spekulasi," tambahnya.
Dave pun menegaskan, sosok Wamenhan nan baru kudu lah seorang ahli nan mengerti bakal rumor pertahanan.
"Terlepas dari beragam info nan beredar, saya memandang sektor pertahanan memerlukan sumber daya manusia nan mempunyai integritas, kapasitas, serta pemahaman nan kuat terhadap tantangan pertahanan nan terus berkembang," tuturnya.
"Apabila pemerintah memandang perlu memperkuat organisasi melalui kehadiran figur profesional, tentu perihal tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pertahanan negara," tambahnya.
Ia menilai, seorang nan menjabat Wamenhan kudu bisa memberikan kontribusi di dalam modernisasi alutsista hingga kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
"Bagi saya, nan paling krusial bukan semata-mata siapa nan mengisi kedudukan tersebut, melainkan gimana pejabat nan nantinya diberikan amanah bisa memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat modernisasi alutsista, mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, serta membangun sinergi nan baik dengan seluruh pemangku kepentingan," tambah Dave.
Dave pun menyebut bakal berkomitmen membangun kemitraan nan konstruktif dengan Kementerian Pertahanan dalam mendukung penguatan kebijakan pertahanan nasional.
"Siapa pun nan nantinya dipercaya Presiden mengemban amanah tersebut, diharapkan dapat bekerja secara profesional, mempunyai orientasi pada kepentingan nasional, serta memberikan faedah sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," tandasnya.
Sebagai figur ahli nan lekat dengan industri pertahanan, rekam jejak Norman dianggap sejalan dengan visi modernisasi kemandirian militer nan kerap digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sinyal kedekatan Norman dengan lingkaran Istana di rumor strategis ini juga terpotret dari kehadirannya di sejumlah agenda kenegaraan. Ia diketahui kerap masuk dalam rombongan kepresidenan mendampingi Prabowo saat melakukan lawatan ke luar negeri, khususnya nan berangkaian dengan diplomasi pertahanan dan penjajakan kerja sama alutsista.
Hingga buletin ini diturunkan, belum ada keterangan maupun konfirmasi resmi dari pihak Istana Kepresidenan mengenai kepastian wacana penambahan alias pergantian posisi Wamenhan tersebut.
Namun Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, jikalau ada reshuffle, maka prioritasnya adalah mengisi posisi nan tetap kosong, seperti Wamentan dan Wamen Imipas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·