Seniman Arief Witjaksena Ubah Mobil Jadi Kanvas Berjalan di ArtMoments 2026

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Seniman Arief Witjaksena Ubah Mobil Jadi Kanvas Berjalan di ArtMoments 2026 Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA)

JIKA biasanya karya seni datang secara tetap di tembok galeri, seniman Arief Witjaksena menawarkan pengalaman berbeda dalam gelaran ArtMoments 2026. Seniman nan berdomisili di Tangerang itu menghadirkan karya berjudul The Mallacan Leisure, sebuah proyek nan mentransformasi mobil menjadi kanvas melangkah nan merefleksikan imajinasi, kebebasan, dan ekspresi modern.

Berkolaborasi dengan Denza, Arief memindahkan karakter-karakter dari semesta visual The Mallacan nan sebelumnya dirancang secara digital. Karakter tersebut kemudian dicetak dalam corak stiker berukuran besar dan diaplikasikan pada kendaraan Denza D9. Hasilnya, mobil family tersebut tampil lebih segar, penuh warna, dan menggemaskan.

“Dalam karya The Mallacan Leisure, saya menempatkan karakter-karakter nan sudah saya miliki sebelumnya dari kosmologi bumi Mallacan, (jagat visual nan telah lama dikembangkan Arief) Karakter-karakter itu saya hadirkan dalam suasana santuy dan menikmati perjalanan,” ujar Arief saat ditemui di ArtMoments 2026 di Jakarta, Kamis (4/6).

Tema bersantai dipilih Arief lantaran selaras dengan karakter Denza D9 nan dirancang sebagai kendaraan keluarga. Melalui ilustrasi nan menghiasi seluruh bodi mobil, dia mau menyampaikan pesan tentang kenyamanan, kebahagiaan, dan kebersamaan dalam perjalanan keluarga.

Tantangan Melahirkan The Mallacan Leisure

Berbeda dengan melukis di atas kanvas datar, merancang karya untuk sebuah mobil menghadirkan tantangan teknis tersendiri. Menurut Arief, perbedaan paling mendasar terletak pada ukuran media dan corak permukaannya nan tidak rata.

Selain kudu menyesuaikan proporsi karya pada bagian nan jauh lebih besar, dia juga perlu memahami setiap lekukan bodi kendaraan agar ilustrasi tetap terlihat proporsional dari beragam perspektif pandang.

“Tantangannya ada pada ukuran. Karena medianya besar, proporsinya memerlukan presisi nan berbeda dari karya nan biasa saya buat. Selain itu, lantaran menggunakan teknik printing stiker, saya kudu betul-betul memahami setiap lekukan mobil agar gambar dapat terlihat rapi dan menyatu dengan corak kendaraan,” jelasnya.

Meski terlihat kompleks, Arief mengaku bisa menyelesaikan proses imajinatif tersebut dalam waktu kurang dari satu minggu. Tahapan pengerjaan dimulai dari pembuatan sketsa, proses drafting, hingga pengajuan kreasi kepada tim Denza untuk mendapatkan persetujuan. Dalam prosesnya, dia diberikan kebebasan penuh untuk menginterpretasikan tema nan diusung.

Hadir Sepanjang ArtMoments 2026

Kehadiran instalasi The Mallacan Leisure menjadi rayuan bagi publik untuk memandang gimana produktivitas dan penemuan dapat bergerak selaras. Karya tersebut dapat disaksikan sepanjang penyelenggaraan ArtMoments 2026 nan berjalan pada 4–7 Juni 2026 di Jakarta.

Tak hanya menampilkan The Mallacan Leisure, Denza juga menghadirkan karya sound art kontemplatif berjudul Head in The Clouds karya Gabriel Cheah nan dipasang di dalam Denza B8. Instalasi tersebut menghadirkan pengalaman audio nan menggambarkan sensasi perjalanan pesawat di ketinggian 40.000 kaki.

“Melalui partisipasi Denza di ArtMoments 2026, kami mau menegaskan filosofi Technology Drives Elegance nan menjadi fondasi brand Denza. Bagi kami, teknologi dan seni mempunyai kesamaan mendasar lantaran keduanya berupaya menciptakan pengalaman nan bisa menginspirasi, membangkitkan emosi, dan memperkaya kehidupan,” ujar Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia