Sempurna Mati Akibat Karhutla, Anggota DPR Minta Evakuasi Satwa Dipercepat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Anggota DPR wilayah pemilihan Kalimantan Timur (dapil Kaltim) Hetifah Sjaifudian prihatin atas matinya seekor orang utan berjulukan Sempurna akibat terdampak asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Hetifah menekankan semestinya penanganan karhutla tak hanya berfokus pada pemadaman api.

"Saya prihatin atas matinya Sempurna, orang utan nan sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis akibat terdampak asap karhutla di Ketapang. Ini menjadi pengingat bahwa karhutla membawa akibat nan luas, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi satwa dan ekosistem," kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Hetifah mendorong BNPB, BKSDA, KLH, pemerintah daerah, serta pihak mengenai lainnya agar memperhatikan keselamatan masyarakat dan satwa dalam penanganan karhutla. Hetifah menegaskan keselamatan masyarakat dan satwa terdampak kudu menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Komisi VIII DPR ini meminta pemindahan satwa terdampak karhutla di beragam titik di Indonesia dipercepat. Hetifah mengingatkan untuk tak menunggu kondisi karhutla semakin parah.

"Ketika asap sudah membahayakan pernapasan masyarakat dan satwa liar sampai kehilangan nyawa, responsnya tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin parah. Harus ada langkah sigap untuk evakuasi, penyelamatan, jasa kesehatan, serta perlindungan bagi masyarakat dan satwa di wilayah terdampak," ungkapnya.

Politikus Golkar ini juga meminta koordinasi antarlembaga diperkuat. Hetifah menilai koordinasi krusial agar penanganan karhutla di lapangan tidak melangkah sendiri-sendiri.

"Keberhasilan penanganan karhutla selain dari berapa banyak titik api nan sukses dipadamkan juga dari berapa banyak masyarakat nan terlindungi dan berapa banyak satwa serta ekosistem nan sukses diselamatkan," tuturnya.

"Peristiwa ini mengingatkan bahwa karhutla adalah musibah nan dampaknya sangat luas. Karena itu penanganannya juga kudu komprehensif," imbuh dia.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kematian orang utan Kalimantan (pongo pygmaeus) berjulukan Sempurna. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan lantaran mengalami gangguan pernapasan diduga akibat paparan asap karhutla di Ketapang, Kalbar.

Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Dilansir Antara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat berbareng YIARI segera melakukan pemindahan dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta aspek nan diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata Murlan, Kamis (3/9).

(amw/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News