Sempat Terombang-ambing di Laut, Nelayan Penajam Paser Utara Berhasil Diselamatkan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sempat Terombang-ambing di Laut, Nelayan Penajam Paser Utara Berhasil Diselamatkan Korban Lukman tidak mengenakan baju setelah sukses dievakuasi ke pesisir pantai.(Doc BPBD PPU)

SEORANG nelayan asal penduduk RT 003 Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur berjulukan Lukman (55),Selasa (16/6) malam, sukses diselamatkan tim campuran berbareng family dan penduduk setelah terombang-ambing di tengah laut dan sempat dilaporkan lenyap oleh family saat mencari ikan di laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, kepada Media Indonesia, Kamis (18/6) mengatakan, korban sempat dilaporkan lenyap setelah tidak kunjung kembali dari melaut.

Namun, setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim campuran terdiri dari BPBD, TNI, Polri, keluarga, warga, dan unsur terkait, akhirnya korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Dibeberkannya, Lukman, merupakan nelayan pencari udang menggunakan jaring dogol. Ia berangkat melaut seorang diri pada Senin (15/6) sekitar pukul 17.00 Wita, menggunakan perahu kayu miliknya menuju perairan sekitar Api-Api.

Namun, hingga keesokan harinya, Selasa (16/6), korban tidak juga kunjung kembali ke rumahnya. Sehingga perihal itu membikin family mulai cemas, terlebih korban tidak membawa perangkat komunikasi berupa telepon genggam saat berangkat melaut.

“Laporan orang lenyap ini kami terima abdi negara pada Selasa sore sekitar pukul 18.00 Wita. Informasi tersebut disampaikan oleh keponakan korban berjulukan Asri (23) nan tinggal berbareng korban,” sebutnya.

Asri mengungkapkan, pamannya berangkat ke laut seperti biasa, tanpa membawa handphone. Namun membawa bekal untuk kebutuhan selama satu malam saja. Namun, biasanya beliau sudah kembali pada pagi hari setelah melaut, tetapi hari itu hingga sore belum kembali. Sehingga menimbulkan cemas keluarga.

“Kami juga mengetahui jika perahu kayu nan digunakan om mengalami kebocoran pada bagian lambung. Sehingga kudu sering di timba air nan masuk ke dalam perahu agar tidak tenggelam. Meskipun pada tahun 2025 kemarin om tidak pulang selama dua hari lantaran jaring dogolnya tersangkut karang,” tuturnya.

Nurlaila menuturkan, setelah dilakukan upaya pencarian, tim campuran dengan mendapat info dari nelayan lain nan baru pulang melaut dan mengatakan jika dirinya memandang satu perahu dengan ciri-ciri milik korban berada di sekitar bagang.

Mendapat info tersebut, Tim gabungan, family dan berbareng sejumlah nelayan segera bergerak menuju letak menggunakan perahu menuju letak dimaksud. Dan sekitar pukul 20.25 Wita, Lukman sukses ditemukan berada di satu bagang di area perairan Api-Api dalam kondisi selamat.

“Usai sukses menemukan korban, kemudian pada pukul 21.30 Wita dilakukan proses pemindahan ke rumahnya di Desa Api-Api dalam keadaan selamat,” katanya.  

Ia menuturkan, dari keterangan korban dirinya tidak bisa kembali ke daratan ketana mesin kapal nan digunakannya mengalami kerusakan saat berada di tengah laut. Akibatnya lukman terombang-ambing dan kemudian terseret arus ke satu  bagang untuk menunggu bantuan.

Terpisah Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan, peristiwa nan dialami Lukman menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik sebelum berangkat melaut. 

“Selain itu, penggunaan perangkat komunikasi dan perlengkapan keselamatan juga sangat krusial guna mengantisipasi keadaan darurat di tengah laut,” pungkasnya. (EM)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia