Sempat Kukuh Tatap Muka, Sekolah di Tangerang Putuskan PJJ 3 Hari

Sedang Trending 35 menit yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Setelah sempat mengeluarkan info Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa PAUD/TK, SD, SMP negeri dan swasta di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang secara luring alias tatap muka, Dinas Pendidikan akhirnya mengalihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (7/9) imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, penerapan PJJ untuk tahap awal berjalan selama tiga hari, ialah hingga Rabu (9/9).

"Sebagai tahap awal, penyelenggaraan PJJ berjalan selama tiga hari, ialah hingga Rabu, 9 September 2026. Selama periode tersebut, proses pembelajaran tetap melangkah dengan memanfaatkan metode pembelajaran dari rumah sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan," ujar Wahyudi, Minggu (6/9) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudi meminta seluruh sekolah memastikan proses pembelajaran tetap melangkah selama penerapan PJJ. Guru dapat memberikan materi, tugas, maupun pendampingan kepada siswa melalui sarana pembelajaran nan selama ini digunakan masing-masing sekolah.

Menurutnya, penerapan PJJ merupakan corak kehati-hatian pemerintah untuk melindungi peserta didik selama sebaran abu vulkanik tetap menjadi perhatian.

"Dengan pembelajaran dilakukan dari rumah, aktivitas siswa di lingkungan sekolah dapat dikurangi sementara waktu selama kondisi abu vulkanik tetap menjadi perhatian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan, PJJ juga diberlakukan bagi siswa mulai Senin hingga Rabu (9/9).

"Melaksanakan PJJ mulai 7-9 September 2026. Seluruh Kepala TK, SD dan SMP agar mengimbau seluruh siswa, guru, dan staf memakai masker saat berangkat alias pulang dan beraktivitas di luar ruangan," kata Supriyadi dalam surat edarannya.

Selain itu, Supriyadi meminta setiap kepala sekolah memastikan kesiapan sarana pendukung kesehatan di lingkungan sekolah. Di antaranya menjaga kebersihan sarana kesehatan, memastikan kesiapan air bersih dalam kondisi tertutup, tempat cuci tangan, serta obat alias tetes mata.

Di antaranya menjaga kebersihan sarana kesehatan, memastikan kesiapan air bersih dalam kondisi tertutup, tempat cuci tangan, serta obat alias tetes mata.

"Kepala sekolah agar berkoordinasi sigap dan pantau terus info resmi BPBD/BMKG dan segera laporkan ke Dinas Pendidikan jika terdapat kondisi darurat di sekolah," ungkapnya.

(dod/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional