Sempat Dikira Gantung Diri, Wanita di Tangerang Ternyata Dibunuh Kekasih

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita berinisial R ditemukan tewas tergantung di sebuah kontrakan di wilayah Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis. Peristiwa nan semula diduga sebagai kasus bunuh diri itu kemudian mengarah pada dugaan pembunuhan, setelah interogator menemukan sejumlah kejanggalan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 19 Mei 2026. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi tergantung nan awalnya diduga sebagai bunuh diri.

"Namun interogator menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya posisi tubuh korban nan ditemukan dalam keadaan tergantung, tetapi telapak kaki korban tetap menyentuh lantai," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Selasa (11/8/2026).

Temuan tersebut membikin interogator mendalami kasus dengan memeriksa sejumlah saksi, mengecek rekaman CCTV, mengumpulkan peralatan bukti, serta menelusuri komunikasi korban dengan sejumlah pihak.

"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, interogator menemukan adanya komunikasi melalui aplikasi WA antara korban dengan seorang laki-laki berinisial A," ujar Indra.

Komunikasi tersebut terjadi pada Minggu (17/5/2026), alias dua hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Dalam percakapan itu, A membujuk korban berjumpa di salah satu minimarket di wilayah Bitung, Cikupa.

Penyidik kemudian mencocokkan komunikasi tersebut dengan rekaman CCTV dan info lain nan diperoleh selama penyelidikan. Hasilnya, interogator mengarah kepada A, laki-laki berumur 30 tahun.

Pada Sabtu (1/8/2026), interogator melakukan pemeriksaan terhadap A.

"Dari hasil pemeriksaan dan pencocokan, A akhirnya mengakui keterlibatannya dalam peristiwa tersebut," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan A, pada Minggu (17/5/2026), tersangka menghubungi korban dan mengajaknya bertemu. A datang menggunakan sepeda motor miliknya. Setelah korban tiba, keduanya kemudian menuju kontrakan korban.

Pada Senin (18/5/2026), saat berada di dalam kontrakan, A diduga melakukan kekerasan terhadap korban dengan mencekik lehernya menggunakan kedua tangan. Setelah korban tidak sadarkan diri, tersangka menggunakan tali tambang nan sebelumnya telah dibawa dari rumah.

"Tersangka kemudian membikin kondisi korban seolah-olah meninggal akibat gantung diri," kata Indra.

Setelah itu, tersangka mengambil sejumlah peralatan milik korban, di antaranya KTP, SIM, STNK, kartu ATM, serta pelat nomor kendaraan. Barang-barang tersebut kemudian dibawa tersangka sebelum meninggalkan letak menggunakan sepeda motor miliknya.

"Barang-barang milik korban itu dibuang tersangka di aliran Sungai Cisadane," terang Indra Waspada.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita