Dwayne Johnson sempat cemas menderita kanker testis setelah menemukan benjolan nan nyeri. Hasil pemeriksaan menunjukkan dia mengalami epididimitis.(Instagram)
AKTOR laga ternama Hollywood, Dwayne “The Rock” Johnson, baru-baru ini membagikan pengalaman setelah menemukan sebuah benjolan nan menyakitkan pada testisnya. Pengalaman ini sempat membuatnya cemas bakal ancaman kanker testis.
Bintang movie Jumanji: Open World ini menceritakan dia pertama kali menyadari keberadaan benjolan tersebut saat sedang mandi di sela-sela tur promosinya. Merasa ada sesuatu nan salah, tokoh berumur 54 tahun ini langsung didera rasa stres nan berat. Ia apalagi memilih untuk merahasiakan perihal tersebut dari sang istri, Lauren Hashian.
“Saya apalagi tidak memberi tahu Lauren. Saya tidak mau membuatnya cemas sebelum saya tahu apakah ada sesuatu nan perlu dikhawatirkan,” ungkap Dwayne Johnson dalam wawancara berbareng majalah Esquire.
Ia kemudian menghubungi master beberapa hari kemudian dan langsung menjalani pemeriksaan bentuk keesokan harinya. Setelah pemeriksaan awal, master menyampaikan kondisi tersebut kemungkinan besar adalah epididimitis (radang testis), namun pemeriksaan kanker testis belum bisa disingkirkan sebelum dilakukan pemindaian lebih lanjut.
Dokter pun menyarankannya untuk segera melakukan tes ultra-sonografi (USG). Namun, lantaran terikat agenda aktivitas promosi Jumanji nan berjalan seharian penuh, dia terpaksa kudu menunda USG hingga keesokan paginya.
“Omong-omong: Saya baik-baik saja. Tapi saya tidak tahu itu saat itu, dan barang itu betul-betul menyakitkan. Jadi saya kudu hidup dengan perihal itu selama 24 jam, tanpa tahu apa nan terjadi, dan saya kudu tampil sepanjang hari, bercanda, dan berpidato. Tapi! Saya tidak apa-apa,” jelas Johnson.
Hasil tes USG pada keesokan harinya akhirnya membawa kelegaan besar lantaran mengonfirmasi bahwa benjolan tersebut bukanlah kanker, melainkan murni lantaran epididimitis.
Apa Itu Epididimitis?
Epididimis adalah tabung penghubung testis dan vas deferens nan berfaedah sebagai tempat pematangan serta pendorong sperma saat ejakulasi. Ketika terjadi epididimitis (peradangan), saluran ini bakal membengkak dan terasa nyeri. Kondisi ini umumnya bisa sembuh dengan antibiotik, namun jika terlambat ditangani, radang dapat menyebar hingga ke testis (epididymo-orchitis).
Faktor Risiko Epididimitis
Ada sejumlah aspek nan dapat meningkatkan akibat seseorang terkena epididimitis, antara lain:
- Pernah menderita jangkitan menular seksual, radang prostat (prostatitis), alias jangkitan saluran kemih.
- Pernah menjalani prosedur medis pada saluran urine, prostat, alias kandung kemih.
- Menderita kelainan corak saluran kemih.
- Tidak menjalani sunat.
Gejala-Gejala Epididimitis
Berikut ini adalah beberapa indikasi nan dapat dialami oleh penderita epididimitis:
- Testis terlihat bengkak.
- Kelainan pada skrotum, seperti bengkak, kemerahan, dan terasa hangat.
- Nyeri nan biasanya terjadi secara berjenjang pada salah satu testis.
- Nyeri alias rasa tidak nyaman di perut bagian bawah alias panggul.
- Sering buang air mini alias sakit saat buang air kecil.
- Pembesaran kelenjar getah cerah di pangkal paha.
- Demam.
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama jika keluhan tidak mereda setelah 4 hari. (Alodokter/Extra/OncoDaily/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·