Sempat Antre Panjang, ASDP Pastikan Rute Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal

Sedang Trending 32 menit yang lalu
Foto udara sejumlah kapal bersandar di Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali normal pada Minggu (6/9), setelah sempat mengalami penundaan jasa pada pukul 16.15 hingga 17.34 WITA.

Penundaan tersebut berjalan di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi pengemudi mengenai kepadatan antrean kendaraan logistik dan pola operasional kapal nan terjadi dalam sekitar dua minggu terakhir.

ASDP berbareng asosiasi sopir, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan mengenai kemudian melakukan koordinasi dan menyepakati sejumlah komitmen berbareng untuk menjaga kelancaran layanan. Sekitar pukul 17.30 WITA, kondisi di lapangan kembali kondusif dan jasa melangkah normal.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nan dirasakan pengguna jasa akibat antrean dan waktu tunggu nan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami memahami ketidaknyamanan nan dirasakan pengguna jasa. Karena itu, konsentrasi kami adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapabilitas nan tersedia, termasuk mengerahkan kapal-kapal berukuran besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/9).

Untuk mempercepat penguraian antrean, KMP Jatra I telah digerakkan menuju Tanjung Wangi dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9) untuk memperkuat jasa Ketapang–Gilimanuk sesuai kesiapan operasional.

Sementara itu, KMP Portlink 0 juga telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk memperkuat jasa lintasan Tanjung Wangi–Lembar nan terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas. Langkah ini menjadi bagian dari optimasi jaringan lintasan untuk menambah kapabilitas sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan di Ketapang–Gilimanuk.

Heru melanjutkan, sembari menunggu tambahan armada, kapabilitas kapal nan tersedia juga dioptimalkan. Pengaturan pola operasi dilakukan secara kolaboratif berbareng regulator dan seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangannya.

Dalam kondisi saat ini, lanjut dia, pola operasi dapat dioptimalkan hingga maksimal 8 trip dengan tetap mengikuti pengaturan dan ketentuan nan berlaku.

GM ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan bahwa pengaturan operasional di lapangan dilakukan secara bergerak dengan memandang kondisi antrean dan pergerakan kendaraan.

"Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapabilitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan melangkah tertib, sehingga antrean dapat lebih sigap terurai,” ujar Media.

Ia menambahkan, komitmen berbareng nan disepakati hari ini menjadi bagian krusial untuk menjaga kelancaran operasional ke depan, termasuk memastikan pengguna jasa mengikuti pengaturan dan pengarahan petugas di lapangan.

ASDP bakal terus memantau perkembangan jasa dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi. Setiap kapabilitas nan tersedia bakal terus dimaksimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan