QatarEnergy, operator akomodasi gas alam cair (LNG) milik Qatar, memperkirakan bakal meningkatkan produksi hingga sekitar 50 persen dari kapabilitas per bulan usai Selat Hormuz kembali dibuka. Peningkatan ini bakal dilakukan secara berjenjang hingga nomor peningkatan 80 persen dalam waktu dua bulan. Informasi ini diterima dari sumber nan enggan dicantumkan identitasnya.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/6), pemulihan kapabilitas produksi nan tersisa nan setara dengan dua jalur produksi LNG diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun usai mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran pada Maret lalu.
QatarEnergy belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai info tersebut.
Qatar menghentikan operasional akomodasi LNG terbesar di bumi pada pekan pertama perang menyusul serangan Iran. Situasi itu memicu pembatalan sejumlah pengiriman dan mencoreng reputasi Qatar sebagai pemasok daya nan selama ini dikenal andal.
Kompleks Ras Laffan, nan tahun lampau menyumbang nyaris seperlima pasokan LNG global, sebagian besar tidak beraksi selama lebih dari tiga bulan lantaran penutupan efektif Selat Hormuz membikin pengiriman gas dalam jumlah besar menjadi sangat susah dilakukan.
Meski demikian, Qatar telah menyiapkan beragam langkah sejak April untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi ketika kondisi memungkinkan.
QatarEnergy diketahui telah melakukan pengetesan peralatan dan perawatan nan diperlukan sejak April. Sejumlah jalur produksi juga tetap beraksi dengan kapabilitas terbatas untuk memasok kebutuhan negara-negara tetangga. Namun, akomodasi tersebut dinilai siap meningkatkan produksi dengan sigap ketika dibutuhkan.
Kemampuan mengembalikan sekitar separuh kapabilitas produksi hanya dalam waktu satu bulan dinilai lebih sigap dibandingkan perkiraan sejumlah analis dan pelaku perdagangan energi.
Kembalinya pasokan LNG Qatar ke pasar diperkirakan dapat membantu meredakan krisis pasokan daya global. Meski terdapat kesepakatan tenteram sementara antara AS dan Iran, nilai LNG di Eropa dan Asia tetap berada di atas level sebelum perang.
Qatar memang tetap bisa mengirim sebagian kargo LNG dari Teluk Persia ke pembeli di Asia dengan menyamarkan letak kapal tanker sebagai langkah keamanan. Namun, volume pengiriman tersebut tetap jauh di bawah tingkat normal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·