Jakarta -
KPK telah menggeledah Kantor Dinas PUPR dan Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Muara Enim. Selain di dua letak tersebut, ada dua letak lainnya nan turut ikut digeledah oleh penyidik.
"Termasuk juga hari ini ada penggeledahan di dua letak lainnya, ialah di rumah para pihak. Tentunya itu juga bagian dari serangkaian aktivitas penggeledahan di perkara ini," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
KPK belum merinci hasil dari penggeledahan di dua letak tersebut. Sementara untuk instansi Dinas PUPR dan Kantor PBJ, interogator telah mengamankan arsip dan peralatan bukti elektronik diduga mengenai pengerjaan proyek di Kabupaten Muara Enim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bawa pada Rabu (9/9), interogator melakukan giat penggeledahan di dua lokasi, ialah di Kantor Dinas PUPR dan Kantor PBJ Pemkab Muara Enim," ujar Budi.
"Dalam penggeledahan tersebut, interogator mengamankan sejumlah arsip mengenai penyelenggaraan pekerjaan dan beberapa peralatan bukti elektronik lainnya," lanjutnya.
Dokumen dan peralatan bukti elektronik itu pun sekarang telah diamankan penyidik. Proses analisa dan penelaahan terhadap peralatan nan diamankan tengah dilakukan oleh penyidik.
Sebagai informasi, Bupati Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6). KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa (9/6).
Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka. Berikut ini identitas para tersangka:
1. Bupati Muara Enim, Edison
2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.
3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi
4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.
Suap diduga merupakan duit menjaga 'hubungan baik' lantaran PT MSA selaku supplier smart board setelah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.
Pada Rabu (10/6), KPK juga melakukan OTT terhadap lima ASN BPK. KPK kemudian menetapkan lima tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.
Lima orang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Berikut ini identitasnya:
1. Angga selaku pihak swasta
2. Titin Rita Lestari selaku ASN alias Pengendali Teknis.
3. Edison selaku Bupati Muara Enim
4. Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi
5. Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi.
(kuf/ygs)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·