JAKARTA - Pemerintah memberlakukan kerja dari rumah alias work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sehari setiap Jumat. Akan tetapi, ada sektor pekerjaan nan tidak menerapkan kebijakan WFH tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor pekerjaan nan tidak menerapkan WFH adalah sektor jasa publik dan sektor strategis. Airlangga memastikan sektor pelayanan publik dan sektor strategis tetap melangkah normal seperti biasa.
"Terdapat sektor-sektor nan dikecualikan dari WFH dan tetap bekerja dari instansi alias lapangan," kata Airlangga dalam konvensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.
Beberapa sektor nan dikecualikan ialah sektor jasa publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri alias produksi, energi, air, bahan pokok, makanan-minuman, perdagangan, transportasi, logistik dan keuangan
"Tetapi pelayanan publik itu tetap berjalan, dan aktivitas produktif termasuk perbankan, pasar modal dan nan lain itu tetap berjalan. Dan itu dipersilahkan untuk nan di kantornya mereka mengatur dengan aplikasi tertentu," jelasnya.
Alasan WFH PNS Setiap Jumat
Airlangga mengungkap argumen pemilihan hari Jumat sebagai hari kerja dari rumah WFH bagi ASN. Jumat dipilih lantaran aktivitas kerja condong relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya. Menurutnya, tingkat kesibukan pada hari tersebut tidak setinggi hari biasa, apalagi di banyak lembaga hanya berjalan sekitar separuh dari beban kerja harian.
"Kita pilih hari Jumat lantaran memang hari Jumat kan separuh (beban kerja). Artinya tidak sepenuh dari Senin sampai dengan Kamis," tuturnya.
Di samping itu, pemilihan Jumat sebagai hari WFH juga mengikuti praktik sejumlah kementerian sebelumnya telah lebih dulu menerapkan pola kerja empat hari dalam sepekan dengan support sistem digital, terutama pascapandemi COVID-19.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·