Ilustrasi(Dok Istimewa)
FENOMENA banjir rob tetap menjadi salah satu ancaman musibah nan kerap terjadi di wilayah pesisir Jakarta. Dampak nan ditimbulkan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah nan berada di area rawan musibah tersebut.
Menanggapi kondisi ini, rumpun pengajar Geografi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berbareng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi menggelar aktivitas edukasi kebencanaan pada pekan lampau di SMA Saint Peter, Jakarta. Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kesiapsiagaan pembimbing terhadap musibah banjir rob melalui penguatan pemahaman mitigasi musibah di lingkungan sekolah.
Sambutan dan Dukungan Pihak Sekolah serta MGMP
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah oleh Dr. Dewi Lukita, M.Pd. selaku Direktur Pendidikan, nan menyambut baik inisiatif edukasi ini.
Selanjutnya, sambutan dari MGMP Geografi diwakili oleh Eko Purwodiono, S.Pd. Dalam pesannya, dia menyampaikan perihal krusial bagi para tenaga pendidik. “Guru Geografi kudu berperan-serta aktif dalam aktivitas MGMP. Melalui aktivitas ini, diharapkan pembimbing bisa menerapkan materi kebencanaan nan sudah didapatkan langsung di dalam kelas,” kata Eko.
Eko Purwodiono juga membacakan pesan tertulis dari Ketua MGMP Geografi, Deni Mawardi, S.Pd., nan sedang bekerja dinas luar. Dalam pesan tersebut, Deni menekankan bahwa pembimbing Geografi kudu berani memulai menulis serta melaksanakan riset nan berangkaian dengan kebencanaan.
Rangkaian aktivitas dilanjutkan dengan sesi panel penyampaian materi nan dipandu oleh Nadya Fidina Salam, S.Pd.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UNJ, Prof. Dr. Cahyadi Setiawan, S.Si., M.Si., menyampaikan materi secara interaktif mengenai kondisi wilayah pesisir Jakarta nan rentan terhadap banjir rob. Materi nan dipaparkan meliputi karakter banjir rob, aspek penyebab, akibat nan ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi nan dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Prof. Cahyadi mengutarakan bahwa banjir rob di Jakarta dipengaruhi oleh sejumlah aspek utama, di antaranya:
- Penurunan muka tanah (land subsidence)
- Perubahan suasana dan kenaikan muka air laut
- Pembangunan gedung serta prasarana nan masif di area perkotaan
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah pesisir Jakarta semakin rentan mengalami genangan, terutama saat pasang air laut terjadi. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan sebelum bencana, saat musibah berlangsung, hingga pascabencana guna meminimalkan akibat di lingkungan pendidikan.
“Kesiapsiagaan pembimbing terhadap musibah perlu terus ditingkatkan agar lingkungan sekolah mempunyai keahlian dalam menghadapi potensi banjir rob, baik melalui upaya mitigasi struktural maupun nonstruktural,” ungkap Cahyadi dalam keterangan tertulisnya hari ini.
Materi kemudian diperkuat oleh personil tim pengabdian, Hikari Dwi Saputro, S.Pd., M.Pd. dan Della Ayu Lestari. Mereka memaparkan materi mengenai simulasi musibah di sekolah serta pengintegrasian info spasial dalam aktivitas pembelajaran pengetahuan permukaan bumi di kelas demi mewujudkan sekolah siaga tanggap bencana.
Antusiasme Peserta dan Apresiasi
Selain penyampaian materi, aktivitas diisi dengan sesi obrolan dan tanya jawab. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti jalannya obrolan nan membahas upaya konkret mitigasi musibah di lingkungan pendidikan tersebut.
Perwakilan pihak sekolah melalui Fifiastutie Soebiyanto, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya aktivitas ini di SMA Saint Peter.
“Melalui aktivitas ini, kami berambisi para pembimbing dapat mempunyai pemahaman nan lebih baik mengenai kesiapsiagaan menghadapi musibah banjir rob di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Tanggapan positif juga datang dari salah satu peserta, Achmad Adam, S.Pd., M.Pd.
“Melalui aktivitas ini, diharapkan kesiapsiagaan sekolah dan pembimbing Geografi dalam menghadapi musibah banjir rob dapat meningkat. Selain itu, pembimbing Geografi juga bisa menerapkan metode pembelajaran nan lebih variatif saat menyampaikan materi kebencanaan di kelas,” pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·