Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Bukti kepemilikan lahan ditunjukkan melalui sertifikat nan kemudian diserahkan kepada Kementerian Sosial.
Salinan sertifikat tersebut diserahkan Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Penyerahan sertifikat menjadi tindak lanjut kunjungan Arsal ke Kemensos pada Juli lalu. Saat itu, dia melaporkan proses peralihan lahan nan bakal digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Lahan Sekolah Rakyat Dipindahkan ke Desa Mamahe
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333673/original/090485900_1787801704-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_08.48.19.jpeg)
Perbesar
Lahan nan sebelumnya dinilai kurang layak kemudian dipindahkan ke Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Area tersebut mempunyai luas sekitar 8,85 hektare dan saat ini tetap berupa lahan pertanian.
“Pak Bupati Mamuju Tengah menyerahkan sertifikat lahan, luasnya 8 hektare nan direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah,” ujar Agus Jabo.
Seiring terbitnya sertifikat calon lahan Sekolah Rakyat, Agus Jabo berambisi Kabupaten Mamuju Tengah dapat mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 nan ditargetkan berjalan tahun ini.
“Kami berambisi di tahun ini Mamuju Tengah bisa mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3, agar anak-anak kita nan ada di Mamuju Tengah, khususnya anak-anak dari family miskin dan miskin ekstrem, bisa secepatnya mendapatkan pendidikan nan layak,” katanya.
Sekolah Rakyat Jadi Upaya Putus Kemiskinan Antargenerasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333674/original/018970200_1787801705-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_08.48.20.jpeg)
Perbesar
Wamensos Agus Jabo mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai salah satu instrumen krusial untuk memberikan kesempatan nan lebih besar kepada anak-anak dari family miskin agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
“Seperti nan diharapkan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Kita siapkan, kita gotong royong agar kemiskinan bisa segera diatasi dan kita bisa menjadi negara nan berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Agus Jabo menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mempunyai perhatian besar terhadap pentingnya pendidikan sebagai salah satu jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat dikembangkan hingga jenjang pendidikan dasar agar intervensi terhadap anak-anak dari family miskin dapat dilakukan sejak dini.
Kebutuhan Sekolah Rakyat Masih Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333675/original/047263800_1787801705-WhatsApp_Image_2026-08-27_at_08.48.20__2_.jpeg)
Perbesar
Ia juga menjelaskan, kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat tetap sangat besar. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) nan disampaikan dalam konteks program tersebut, tetap terdapat lebih dari juta anak dari family miskin dan miskin ekstrem nan tidak bersekolah.
Sementara itu, kapabilitas Sekolah Rakyat nan tersedia saat ini baru sekitar 43.000 siswa. Untuk memperluas jangkauan program, pemerintah melakukan penambahan kapasitas, dari sebelumnya sekitar 1.000 siswa per sekolah menjadi hingga 2.500 siswa per sekolah.
Sementara itu, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menjelaskan, sertifikat lahan nan diserahkan kepada Kemensos baru terbit pada 19 Agustus 2026. Karena itu, pihaknya langsung membawa arsip tersebut ke Kemensos sebagai corak tindak lanjut atas proses penyiapan lahan.
“Terakhir proses sertifikatnya di tanggal 19 Agustus kemarin baru terbit, jadi sekarang kami bawa,” ujar Arsal.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar beragam persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dituntaskan.
Penyerahan sertifikat menjadi penanda krusial dalam memastikan kesiapan lahan. Selanjutnya, setelah verifikasi dan seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan bisa segera direalisasikan.
(*)
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·