Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Siap Tampung 270 Siswa di Tahun Ajaran Pertama

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Siap Tampung 270 Siswa di Tahun Ajaran Pertama Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 2 nan berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, siap beraksi Tahun Ajaran 2026-2027.(Dok Pemkab Bekasi)

PROGRAM Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi dipastikan mulai melaksanakan aktivitas belajar mengajar (KBM) pada Tahun Ajaran 2026-2027 nan bakal berjalan pada akhir Juni mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah menyampaikan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 2 nan berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, bakal menerima peserta didik baru sekaligus menampung siswa Kabupaten Bekasi dari Sekolah Rakyat rintisan nan sebelumnya beraksi di Kota Bekasi.

“Insya Allah aktivitas belajar mengajar bakal dimulai pada Tahun Ajaran 2026 di akhir Juni ini. Sesuai kuota nan ditetapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi bakal menerima siswa baru unik penduduk Kabupaten Bekasi dan juga siswa Kabupaten Bekasi nan kita titipkan sebelumnya di SR rintisan nan ada di Kota Bekasi,” ujar Alamsyah dalam keterangannya Selasa (9/6).

Alamsyah menyebutkan, untuk kuota Kabupaten Bekasi, Sekolah Rakyat bakal membuka 9 rombongan belajar (rombel) nan terdiri atas 3 rombel tingkat SD, 3 rombel tingkat SMP, dan 3 rombel tingkat SMA. Masing-masing rombel bakal diisi 30 siswa sehingga total kuota peserta didik baru Tahun Ajaran 2026-2027 mencapai 270 orang.

“Total kuota untuk calon siswa Kabupaten Bekasi sebanyak 270 siswa nan masing-masing terdiri 90 siswa dari setiap jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Alamsyah, sebanyak 44 siswa nan merupakan penduduk Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan Kota Bekasi kemudian bakal dialihkan ke Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Bekasi.

“Jadi pada tahun ini, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi bakal menerima siswa baru tahun 2026 maupun siswa dari Sekolah Rakyat rintisan nan bakal dimulai aktivitas pembelajarannya di akhir Juni 2026 ini,” tambahnya.

Alamsyah menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari family kategori desil 1 dan desil 2 alias golongan masyarakat miskin dan miskin ekstrem berasas info pemerintah pusat. 

Adapun proses pendataan calon siswa dilakukan berasas info dari Kementerian Sosial nan kemudian diverifikasi berbareng Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial juga memastikan pembangunan bentuk sekolah melangkah sesuai rencana. Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan.

“Dua minggu lampau KSP sudah memandang langsung kesiapan pembangunan. Mudah-mudahan semuanya melangkah sesuai sasaran sehingga saat tahun aliran baru dimulai, baik secara bentuk maupun sarana prasarana dapat selesai dan siap digunakan secara maksimal,” ungkapnya.

Perluas Akses Pendidikan

Alamsyah menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan corak komitmen pemerintah pusat dan pemerintah wilayah dalam memperluas akses pendidikan bagi family kurang mampu. Adapun Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan salah satu dari 6 Sekolah Rakyat nan ada di Provinsi Jawa Barat.

Ia berambisi program tersebut diharapkan bisa mencegah anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sekaligus mencetak generasi nan lebih berbobot di masa depan.

“Ini menjadi kesempatan nan sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya bagi penduduk nan kurang mampu. Anak-anak nan terkendala biaya pendidikan dapat berguru dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus nan lebih baik di masa mendatang,” tandasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia