Sekolah Lansia Klinik Korpagama Perkuat Edukasi Prolanis BPJS Kesehatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan di Klinik Korpagama dikembangkan melalui Sekolah Lansia. Sekolah ini sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan bagi penduduk lanjut usia.

Wakil Ketua Sekolah Lansia, Suryono Hadi (65) mengatakan aktivitas ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan serta hubungan sosial guna menjaga kualitas hidup lansia.

"Setiap bulan kami menghadirkan narasumber, dan setiap enam bulan sekali ada outing class. Kegiatan ini bermaksud menjaga kebugaran sekaligus mencegah demensia," kata Suryono dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Ia menambahkan program tersebut awalnya merupakan aktivitas terbatas nan kemudian berkembang menjadi program unggulan klinik lantaran tingginya antusiasme peserta.

Saat ini jumlah peserta Sekolah Lansia mencapai 27 orang, namun keterbatasan akomodasi membikin pihak pengelola belum dapat menambah personil baru.

"Pengembangan program ke depan bakal mencakup kelas nan lebih besar serta pemanfaatan teknologi digital agar jangkauan peserta semakin luas. Rencana bakal dikembangkan kelas nan lebih besar dan juga kelak ada akomodasi streaming Youtube. Jadi nan tidak bisa ikut di kelas ini bisa mengikuti melalui Youtube," ujarnya.

Selain aktivitas edukasi, peserta juga mendapatkan faedah dari integrasi jasa kesehatan melalui BPJS Kesehatan, termasuk dalam konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, dan aktivitas senam.

"Sejak berasosiasi dengan golongan lansia, para peserta mulai merasakan faedah dari support BPJS Kesehatan melalui aktivitas senam Prolanis. Dukungan tersebut diwujudkan dalam penyediaan pembimbing senam serta konsumsi ringan untuk menambah semangat peserta selama mengikuti kegiatan," tambah Suryono.

Suryono berambisi program Sekolah Lansia dapat terus bersambung dan memberikan faedah jangka panjang bagi para anggotanya.

"Harapannya lansia bisa berdikari dan hidup lebih sehat. Selain itu, lansia juga diharapkan berumur lebih panjang serta tidak sigap mengalami penurunan daya ingat," katanya.

Tidak hanya itu, Suryono juga membagikan pengalamannya dalam menjaga kesehatan paru-paru dengan kontrol rutin di RSIY PDHI Yogyakarta menggunakan agunan dari BPJS Kesehatan.

Suryono mengaku setelah menjalani pemeriksaan rutin setiap bulan, dia dinyatakan sembuh pada 2024.

"Awalnya saya rutin kontrol, kemudian dua tahun terakhir dinyatakan sudah sehat. Itu lantaran disiplin berobat dan mengikuti rekomendasi dokter," ujarnya.

Meski demikian, dia tetap dianjurkan oleh master untuk menjaga kondisi tubuh dengan pengobatan ringan sebagai langkah pencegahan, mengingat aspek usia berisiko memicu kekambuhan.

Suryono mengimbau masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), untuk memanfaatkan jasa kesehatan secara optimal.

"Rutin kontrol, minum obat sesuai rekomendasi dokter, dan tetap aktif beraktivitas. Kita juga perlu menjaga kebahagiaan, misalnya dengan olahraga ringan dan bersosialisasi," tutup Suryono.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News