Sekitar 85-90 Persen Area TPSA Ciniru di Kuningan Terbakar

Sedang Trending 14 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyebut sekitar 85-90 persen area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru gosong dalam peristiwa kebakaran nan terjadi di letak tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Kuningan Usep Sumirat mengatakan persentase tersebut merupakan perkiraan berasas kondisi timbunan sampah nan terdampak api, sedangkan kedalaman bagian nan terbakar belum dapat dipastikan

"Ini bisa di atas 85 sampai 90 persen. Namun, kedalamannya kami belum tahu," kata Usep saat ditemui di TPSA Ciniru Kuningan, Jumat (21/8) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, kebakaran juga ditemukan pada bagian bawah timbunan sampah, terutama tumpukan sampah kering nan telah lama berada di letak dan belum tertutup tanah.

Usep mengatakan pihaknya tetap belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, sehingga tidak mau langsung menyalahkan masyarakat atas kejadian tersebut.

Ia menilai perihal nan lebih krusial setelah kejadian tersebut adalah memperbaiki pola pengelolaan sampah, agar akibat kebakaran serupa dapat ditekan.

"Yang pasti saya tidak mau menyalahkan masyarakat lantaran ancaman jika tidak tahu penyebabnya," ujarnya.

Usep menyebut TPSA Ciniru pernah mengalami kebakaran sekitar 2018, ketika volume sampah nan ditampung belum sebanyak kondisi saat ini.

Saat ini, kata dia, TPSA tersebut menerima rata-rata sekitar 200 ton sampah per hari dari jasa pengangkutan nan dilakukan pemerintah daerah.

Namun, jasa pengangkutan sampah belum mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan lantaran DLH baru melayani sekitar 114 desa dan kelurahan.

Usep menjelaskan TPSA Ciniru mempunyai luas sekitar 5,6 hektare, nan terdiri atas aset pemerintah wilayah dan sebagian tanah desa.

Untuk mencegah api meluas, DLH berbareng petugas berupaya melokalisasi kebakaran agar tidak menjalar ke lahan milik masyarakat nan berada di sekitar area TPSA.

Ia mengatakan pengelolaan TPSA Ciniru menggunakan konsep sanitary landfill, dilengkapi jaringan pipa gas dan pengolahan air lindi, namun jaringan pipa gas ikut terdampak kebakaran.

"DLH ke depan berencana mendorong pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), termasuk kemungkinan mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) alias produk turunan lainnya," ucap dia.

(antara/kid)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional