Sejumlah Warga Pandeglang Sesak Napas Akibat Abu Erupsi Anak Krakatau

Sedang Trending 42 menit yang lalu
Jakarta -

Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Akibatnya, sejumlah penduduk mulai merasakan indikasi sesak napas.

"Sudah mulai sesak," kata penduduk berjulukan Fauzan kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

Fauzan mengatakan rumahnya sejak Minggu (6/9) malam, sudah diguyur oleh abu vulkanik. Menurutnya, abu nan menempel di bagian rumahnya semakin tebal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu nan menempel di bagian rumah lumayan tebal," katanya.

Warga lainnya, Asep, juga merasakan perihal serupa. Asep merasakan batuk dan sesak.

"Sesak akibat banyak debu, tenggorokan juga mulai gatal," katanya.

Asep mengaku merasakan indikasi tersebut mulai terasa ketika bangun tidur, Minggu (6/9) pagi. Sejumlah family juga turut terdampak.

"Dari pagi tadi pas bangun tidur, istri juga merasakan perihal serupa, mata juga perih," katanya.

BPBD Pandeglang mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Hal itu dilakukan untuk upaya melindungi diri.

"Gunakan masker saat beraktivitas di luar lapangan," tulis BPBD Pandeglang di akun resminya, Sabtu (5/9).

BPBD mengatakan abu vulkanik bisa berakibat pada kesehatan jika terhirup langsung. Sehingga upaya perlindungan diri perlu diperlukan.

"Abu vulkanik dari erupsi GAK dapat mengganggu kesehatan, jika terhirup alias mengenai mata dan kulit," kata BPBD.

(rfs/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News