Putra Tri Ramadani sukses menyudahi penantian panjang tim panjat tebing Indonesia untuk meraih lencana di nomor lead dalam World Climbing Series. Bahkan, Putra langsung menyabet lencana emas.
Dalam final Lead World Climbing Series Prague di Ceko, Minggu (7/6) waktu setempat, atlet nan karib disapa Srondeng ini tampil dengan gemilang. Kerja kerasnya membuahkan hasil nan sangat apik berupa lencana emas dengan skor 43, tak ada atlet lain nan bisa menyainginya.
Dalam tindakan pemanjatan final, Putra tampil di urutan nomor enam. Sejenak, dia memetakan rute nan diramu route setter di partai final. Putra memikirkan strategi terbaik untuk menaklukkan jalur tersebut.
Langkahnya mantap. Tangan dan kakinya perlahan-lahan menyusuri climbing holds (pegangan) dengan beragam corak dan ukuran nan terpasang rapi, tetapi menantang itu.
Jalur pada babak final ini diakuinya sangat sulit. Namun, dia tak gentar dan terus mencoba nan terbaik. Ketelatenannya dan kegigihannya pun bisa mengantarkannya pada kemenangan. Wajar saja jika Srondeng merasa sangat senang atas pencapaian ini.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama saya. Saya sangat bahagia. Jalur final sangat susah terutama di bagian atas sampai tangan saya pump," ujar dia dalam keterangan resmi.
Meski demikian, Putra tak mau terlalu berpuas diri. Ia menyadari tetap banyak aspek nan kudu diperbaiki agar penampilannya lebih stabil ke depannya.
"PR-nya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," kata dia.
Dalam babak final, Putra kudu bersaing dengan tujuh atlet panjat tebing top bumi lainnya. Mereka adalah Sorato Anraku (Jepang), Adam Ondra (Ceko), Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), Jakob Schubert (Austria), Neo Suzuki (Jepang), serta Satone Yoshida (Jepang).
Adapun peraih lencana perak lead di Praha kali ini ialah Neo Suzuki dari Jepang dengan skor 39. Sementara, lencana perunggu disabet Jakob Schubert dari Austria dengan skor 37.
Ini merupakan kedua kalinya atlet Putra masuk babak final World Climbing Series. Sebelumnya, dia sukses masuk final ketika bertanding di World Climbing Series Koper, Slovenia, 5-6 September 2025. Sayangnya dia belum sukses membawa pulang lencana kala itu. Putra berada di ranking enam pada final tersebut. Ia mengumpulkan skor 40+.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan apa nan didapat Srondeng adalah bentuk dari hasil kerja keras. Tak hanya atlet saja, ada peran seluruh pelatih, official, dan timnas Indonesia di nomor lead nan sudah dibangun selama bertahun-tahun.
"Emas dari Srondeng ini memberi gambaran kerja keras seluruh tim di Pelatnas. Ini menjadi catatan sejarah kita semua bahwa nomor lead sukses menjadi juara dunia. Dan ini menjadi momentum untuk meningkatkan keahlian atlet-atlet muda di nomor lead" ungkap dia.
Pemanjat asal Jawa Timur ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada babak final. Dua atlet putra lainnya, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan, kudu gugur di babak kualifikasi. Sementara, di nomor lead putri, satu atlet sukses masuk semifinal ialah Alma Ariella Tsany, sedangkan Lintang Cahyani Sukma terhenti di babak kualifikasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·