Putra Tri Ramadani (kanan) saat kualifikasi Olimpiade Paris di Jakarta, 2024(Adek BERRY / AFP)
ATLET panjat tebing Putra Tri Ramadani tidak tak mau berpuas diri setelah mendapat lencana emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series. Pria nan berkawan disapa Srondeng itu sukses memberikan mendali emas pada seri Praha 2026, Ceko, Senin (8/6) awal hari WIB.
"Ini final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat senang lantaran rute di final sangat susah terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," ujar Putra dikutip dari keterangan tertulis PP FPTI nan diterima di Jakarta.
Saat babak final di Ceko, atlet asal Jawa Timur itu tampil impresif dengan membukukan skor 43 untuk menundukkan para pesaingnya, sekaligus memastikan diri berdiri di podium tertinggi.
Meski demikian, dia menilai banyak perihal nan perlu dibenahi mengenai penampilannya sehingga lebih konsisten dalam kejuaraan dunia.
Putra mengaku jalur nan disiapkan di final mempunyai tingkat kesulitan tinggi. Hal itu butuh konsentrasi dan bentuk nan kuat.
"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ungkap dia.
Putra berkompetisi dengan sejumlah atlet elit panjat tebing bumi ialah Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Kemudian Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), serta Jakob Schubert dari Austria. Suzuki meraih lencana perak dengan skor 39, sedangkan Schubert membawa pulang lencana perunggu setelah mencetak skor 37.
Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya atlet nan mewakili Indonesia di final disiplin lead World Climbing Series Praha 2026. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·