Sejarah Baru! SpaceX Akan Coba Penangkapan Ganda Roket Starship

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Sejarah Baru! SpaceX Akan Coba Penangkapan Ganda Roket Starship Elon Musk mengumumkan SpaceX bakal mencoba menangkap dua bagian roket Starship sekaligus dalam uji terbang mendatang. (SpaceX)

PERUSAHAAN penerbangan antariksa swasta SpaceX bersiap mencetak pencapaian krusial dalam sejarah penjelajahan ruang angkasa. Dalam uji terbang megaroket Starship berikutnya nan dijadwalkan bulan depan, SpaceX bakal mencoba menangkap kedua tingkatan (stage) roket tersebut secara penuh saat kembali ke Bumi.

Rencana ambisius ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, dalam panggilan konvensi pendapatan kuartal ketiga (Q3) perusahaan.

Jika upaya ini berhasil, keberhasilan tersebut bakal menjadi momen berhistoris bagi industri antariksa global.

"Ini bakal menjadi pertama kalinya sebuah wahana peluncuran orbital sukses dipulihkan secara penuh," ujar Musk. "Satu-satunya langkah agar kita dapat memperluas kesadaran manusia di luar Bumi secara berkepanjangan adalah dengan wahana peluncuran orbital nan dapat digunakan kembali secara penuh. Jadi, menurut saya ini adalah tonggak sejarah teknologi nan sangat mendalam dalam sejarah peradaban dan kesadaran manusia."

Starship merupakan roket terbesar dan terkuat nan pernah dibangun, dengan tinggi mencapai lebih dari 122 meter saat terpasang utuh. Kedua tingkatan roket tersebut, pendorong bawah (booster) Super Heavy dan wahana bagian atas (Ship), dirancang agar dapat digunakan kembali secara sigap dan menyeluruh. Langkah efisiensi ini diyakini bakal menekan biaya eksplorasi antariksa skala besar, termasuk ambisi pembentukan permukiman di Mars.

Mekanisme Penangkapan Unik

Strategi pemulihan Starship berbeda dari roket Falcon 9 dan Falcon Heavy milik SpaceX nan sebelumnya hanya dapat digunakan kembali sebagian. Biasanya, pendorong Falcon mendarat di landasan darat alias kapal nirawak di lautan. Sementara itu, Super Heavy dan Ship dirancang untuk mengarahkan diri kembali ke menara peluncuran. Di sana, lengan mekanis menara nan dijuluki "chopsticks" bakal menangkap roket tersebut di udara.

Mekanisme penangkapan langsung ini memungkinkan SpaceX untuk memeriksa, merawat, dan menerbangkan kembali Starship dengan waktu pengerjaan nan jauh lebih cepat. Strategi ini krusial demi mendukung visi Musk nan menargetkan peluncuran Starship hingga lebih dari 10.000 kali per tahun pada 2030.

Hingga kini, Starship telah menyelesaikan 14 kali uji terbang. SpaceX sukses melakukan penangkapan menara menggunakan chopsticks pada booster Super Heavy sebanyak tiga kali. Namun, perusahaan belum pernah mencoba menangkap Ship, bagian tingkat atas roket nan terbang lebih tinggi, lebih jauh, dan lebih cepat.

Kendati tantangannya lebih besar, Musk optimistis uji penangkapan Ship pada penerbangan ke-15 mendatang mempunyai kesempatan sukses nan tinggi.

"Saya rasa lebih besar kemungkinannya untuk sukses pada penerbangan berikutnya," kata Musk. "Jika tidak, kami tetap mempunyai serangkaian uji coba penerbangan Starship hingga akhir tahun ini, dan bakal dipercepat pada tahun depan."

Catatan Kinerja Keuangan

Uji terbang ke-15 ini menyusul keberhasilan peluncuran ke-14 pada 28 September lalu, saat Ship sukses mencapai orbit untuk pertama kalinya dan menempatkan 26 satelit Starlink Version 3 ke orbit rendah Bumi.

Rencana peluncuran ini diumumkan berbarengan dengan laporan keahlian finansial Q3 SpaceX nan mencatatkan pendapatan sebesar US$14,6 miliar, melonjak 161% dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Sebagian besar pendapatan tersebut didorong oleh jasa internet satelit Starlink serta sektor kepintaran buatan (AI). Industri pendukung ini nan menjadi argumen utama SpaceX terus membangun prasarana untuk mendukung ribuan peluncuran Starship per tahunnya. (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑