Sehari Bersama BRI Bahtera Seva I, Pelayan Warga Kepulauan Seribu

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Kapal berkelir oranye dengan aksen putih dan biru bersandar di dermaga Pulau Tidung sekitar pukul 08.00 WIB. Terik mentari pagi tak menghilangkan senyum penduduk pulau nan sudah menanti kehadiran armada itu.

Teras Kapal BRI Bahtera Seva I namanya. Kapal dengan panjang 23 meter ini adalah bank terapung milik BRI nan sudah melayani penduduk kepulauan DKI sedari 2015. Hampir 11 tahun sudah akomodasi ini menjadi jagoan urusan finansial masyarakat setempat.

detikcom menyambangi Bahtera Seva I, Kamis (4/6/2026) nan pagi itu merapat ke Pulau Tidung. Tiga hari sebelumnya, Bahtera Seva I sudah berlayar ke Pulau Panggang dan Pulau Kelapa. Tujuannya sama, melayani penduduk kepulauan DKI nan jauh dari akses perbankan darat. Nasabah sudah mengantre duduk rapih di bangku nan disediakan di dermaga. Sesekali mereka mengobrol, bisik-bisik dan tersenyum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasabah BRI Bahtera Seva I di Pulau Tidung, Kamis (4/6/2026).Nasabah BRI Bahtera Seva I di Pulau Tidung, Kamis (4/6/2026). Foto: Gibran Maulana/detikcom.

Ketika kami berkunjung, air laut saat itu tergolong surut. Posisi kapal dan dermaga menjadi jomplang. Banyak penduduk nan kesusahan turun ke kapal. Namun, pihak BRI, termasuk sekuriti nan ikut rombongan kapal, membantu pengguna turun ke kapal. Berbagi tugas, satu orang menarik tali jangkar agar posisi kapal lebih menjorok ke dermaga, lainnya menyambut uluran tangan pengguna nan mau masuk kapal.

Kami pun ikut masuk ke ruangan pelayanan Bahtera Seva I BRI. Keadaannya layaknya bank di daratan. Ada tenaga kerja garda depan ialah 1 teller dan 1 customer service (CS), seorang sekuriti dan mantri sekaligus Kateras BRI Bahtera Seva I Algi Meza, nan menerima kehadiran kami dengan ramah. Total 4 pegawai BRI ikut dalam perjalanan sedari Senin hingga Jumat pekan lalu.

Algi mempersilakan kami mengawasi aktivitas di dalam kapal, memandang gimana BRI seharian melayani penduduk Tidung. Ada nan ke teller untuk setor tunai membawa gepokan duit, ada nan menabung jutaan Rupiah, serta pengguna nan berkonsultasi dengan CS. Di luar itu, ada juga penduduk nan datang untuk mengecek support sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar.

Pagi itu, kami memandang antusiasme penduduk dan pengguna BRI nan mengantre untuk mendapatkan pelayanan keuangan.

"Bisa turunnya, Bu?

"Ayo, Pak, saya bantu"

"Silakan. Transaksinya apa, Bu?"

Kapal BRI Bahtera Seva I di Pulau Tidung, Kamis (4/6/2026).Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I Algi Meza membantu pengguna di Pulau Tidung, Kamis (4/6/2026). Foto: Gibran Maulana/detikcom

Tiga kalimat itu juga nan terus terdengar sepanjang pagi hingga rehat pelayanan di siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Di jam itu pula lah Bahtera Seva I, nan berlayar kurang lebih 20 harian kerja dalam sebulan, baru terasa sepi.

"Transaksinya kebanyakan di kita ini setor tunai, tarik tunai, jika ada support PKH, PIP segala macam. Dan kita juga menyalurkan kredit," ujar Algi menceritakan tentang Bahtera Seva I.

Layaknya bank daratan, selain teller, sekuriti, CS dan jam istirahatnya, Bahtera Seva I juga menyediakan mesin anjungan tunai berdikari alias ATM nan 24 jam melayani masyarakat. "Pelayanan sama persis seperti di darat ya," tutur Algi.

Dampak Nyata untuk Masyarakat Pulau

Antusiasme penduduk terhadap kehadiran bank laut ini begitu terasa. Bahkan, di waktu jam istirahat, sudah ada penduduk nan datang ke kapal.

"Bang, mau ngelihat ini (bantuan)," kata seorang anak muda kepada detik nan baru saja melihat-lihat isi kabin kapal. Rupanya, anak muda ini mengira kami bagian dari awak kapal. Dia baru tahu saat ini pelayanan tetap memasuki jam istirahat.

Selepas rehat siang, pelayanan Bahtera Seva I berlanjut. Anak muda tadi dan juga beberapa ibu-ibu datang bergelombang ke kapal. Tujuannya tetap mirip-mirip; menabung; mengecek saldo PKH hingga PIP; dan pengajuan kredit.

"Ibu transaksinya apa?" tutur Algi kepada salah satu nasabah.

Mendekati sore hari alias sekitar pukul 14.30 WIB, aktivitas di Bahtera Seva I mulai melandai. Hampir seharian menyaksikan pelayanan Bahtera Seva I di Pulau Tidung, kami berpamitan kepada Algi dan pegawai BRI lain, termasuk awal kapal nan bertugas. Algi juga pamit berangkat ke rumah pengguna nan hari itu mengusulkan kredit.

"Dari pengguna sangat antusias ya, apalagi jika sebelum kita berangkat pasti banyak nan WA, 'Pak, kapan berangkat'. Sangat antusias. Kapal baru mau nyandar aja itu pengguna sudah ngantri, sudah nunggu di dermaga," kata Algi.

Algi mengatakan BRI datang untuk masyarakat kepulauan DKI nan belum terjangkau akses perbankan agar tak perlu repot-repot ke kota. "Yang nggak terjangkau untuk transaksi perbankan untuk ke kota, kita nan jemput bola ke sini, melayani transaksi mereka di pulau. Kurang lebih nyaris 11 tahun (sudah melayani)," tuturnya.

Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I, Algi Meza.Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I, Algi Meza. Foto: Gibran Maulana/detikcom.

Antusiasme pengguna Pulau Tidung ini juga disaksikan langsung nahkoda kapal, Andi Bagus Saputro. Dengan kapal berkecepatan 13 knot ini, BRI, kata Andi, datang menjemput kebutuhan masyarakat pulau bakal akses perbankan.

"Sangat bagus untuk kita saling hubungan sama grup BRI, sama orang kapalnya, saling kerja sama dan dari masyarakat pun sangat antusias. Karena kita dari BRI itu intinya jemput bola. Mereka sangat antusias, terbantu jika mau nggak usah ke kota sudah ada disamperin sama kapal BRI. Nggak usah jauh-jauh nyeberang. Banyak nasabahnya dari pulau-pulau," tutur Andi nan diwawancarai di anjungan.

Salah satu pengguna BRI sejak 2017, Heru, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BRI Bahtera Seva I di Pulau Tidung. Dia punya angan lebih untuk BRI.

"Sangat bermanfaat. Sangat membantu. Harapannya gimana agar Bank BRI berdiri di Pulau Tidung," tutur Heru.

Nasabah lain, Moh. Said, menyebut Bahtera Seva I sangat membantu masyarakat pulau agar tak perlu repot ke daratan Jakarta hanya untuk mendapatkan jasa perbankan. Dampaknya dari irit ongkos, irit waktu, dan irit tenaga.

"Nggak perlu ongkos jika nan kayak gitu-gitu kan. Masak ada nan ngambil 300 ribu ke darat, ha-ha-ha... Ongkosnya berapa ratus, makan, segala nginep, waktu. Udah banyak waktu terbuang," kata Moh. Said.

(gbr/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News