Sederet Gelar Adat Jokowi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) telah menerima banyak gelar kehormatan budaya dari pelbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah gelar adat itu didapat Jokowi selama menjabat kepala negara hingga purna tugas.

Teranyar, Jokowi mendapatkan gelar Saudara Raja Raja Timor dalam Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Di Kupang, Jokowi disematkan sebagai Saudara Raja Raja Timor oleh para raja dari sejumlah kerajaan di Pulau Timor, di antaranya Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi.

Dalam prosesi budaya tersebut, Jokowi menerima tongkat dan kain budaya sebagai simbol pengangkatan menjadi bagian dari family besar kerajaan di Pulau Timor. Para tokoh budaya menyatakan penghormatan itu diberikan sebagai corak apresiasi atas pembangunan nan mereka rasakan selama kepemimpinan Jokowi, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Penghormatan dari para raja di Pulau Timor tersebut menambah daftar gelar budaya nan diterima Jokowi dalam satu terakhir. Jokowi juga sebelumnya dianugerahi gelar Baginda Pemuka Bangsa oleh Kedatun Keagungan Lampung.

Kedatun Keagungan Lampung menganugerahkan gelar budaya Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi. Tokoh budaya Lampung menyebut gelar tersebut merupakan penghormatan tertinggi nan diberikan atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia, sekaligus bagian dari tradisi muakhi nan mencerminkan persaudaraan, penghormatan, dan angan bagi seseorang nan dinilai berjasa.

Sementara itu, sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi juga telah menerima pelbagai gelar budaya dari kerajaan, kesultanan, dan lembaga budaya di beragam wilayah Indonesia. Gelar-gelar tersebut diberikan sebagai corak penghormatan atas kepemimpinannya maupun kontribusinya terhadap masyarakat dan pelestarian budaya.

Biji Nagara Madafalo dari Kesultanan Tidore

Jokowi menerima gelar budaya Biji Nagara Madafalo alias nan Dipertuan Agung Anak Negara dari Kesultanan Tidore, Maluku Utara, pada 8 Mei 2015.

Gelar tersebut diberikan langsung oleh Sultan Tidore H Husaeinsyah. Penganugerahan itu didasarkan pada pertimbangan sejarah serta komitmen Kesultanan Tidore dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat, meski di tengah beragam keterbatasan.

Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku

Pada 24 Februari 2017, Jokowi menerima gelar budaya kehormatan Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku di Kristiani Center, Ambon.

Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy, menyematkan gelar tersebut berasas keputusan para tetua budaya Maluku. Menurut Majelis Latupati, gelar itu diberikan lantaran Jokowi dinilai mempunyai perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat budaya di Maluku.

Kapiteng Lau Pulo dari Lembaga Adat Tanah Bumbu

Pada 7 Mei 2017, Jokowi memperoleh gelar Kapiteng Lau Pulo dari Lembaga Adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Penganugerahan dilakukan dalam aktivitas Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pagatan, Tanah Bumbu. Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah mengatakan gelar tersebut diberikan sebagai corak apresiasi atas perhatian Jokowi terhadap pelestarian sumber daya laut.

Nama Adat Kambepit dari Suku Asmat

Saat melakukan kunjungan kerja ke Agats, Papua, pada 12 April 2018, Jokowi menerima nama budaya Kambepit dari masyarakat Suku Asmat.

Nama tersebut merupakan nama seorang panglima perang Asmat dari rumpun Bismania nan dikenal sebagai sosok pemberani dan visioner. Pemberian nama budaya itu diputuskan melalui Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat.

Bagi masyarakat Asmat, Kambepit merupakan simbol kepemimpinan nan bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi komunitasnya.

Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli

Jokowi juga menerima gelar budaya Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara pada 7 Oktober 2018.

Prosesi penyematan berjalan di Istana Maimoon dan dipimpin oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj. Gelar tersebut merupakan gelar bangsawan tertinggi di lingkungan Kesultanan Deli.

Penganugerahan diawali dengan pemasangan tengkulok sebagai bagian dari prosesi budaya sebelum gelar resmi disematkan kepada Jokowi.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita