Sebelumnya jasad master tersebut ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut Sepuh Ade Irsyam, berasas rangkaian penyelidikan ilmiah, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, serta ilmu jiwa forensik, interogator menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat korban sendiri.
Dia mengatakan, sejak laporan penemuan mayit diterima, interogator segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan peralatan bukti, memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan para saksi, serta melibatkan sejumlah mahir guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional.
Dari hasil olah TKP diketahui korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.
Di dekat korban ditemukan tas berisi beragam perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit nan berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.
Selain itu, rekaman CCTV nan diambil dari dua sumber menunjukkan korban melangkah seorang diri menuju letak kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal bumi dan tidak terlihat adanya orang lain nan mendampingi korban.
"Penyidik Satreskrim Polres Siak menyimpulkan bahwa tidak ditemukan kebenaran nan mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Penyebab kematian almarhum dr Alex Cristo Loris disimpulkan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri," kata dia.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·