Seberapa Berbahayakah Bom Tandan sehingga Dikutuk Dunia?

Sedang Trending 3 hari yang lalu

loading...

Jenis peledak tandan nan digunakan oleh tentara Israel di Lebanon pada tahun 2006.Foto/CPJME

TEHERAN - Seberapa Berbahayakah Bom Tandan sehingga Dikutuk Dunia?

Teheran- Bom kluster adalah jenis senjata nan muncul dan digunakan pada Perang Dunia II. Namun, saat ini, ratusan negara telah melarang penggunaan jenis peledak ini dalam pertempuran.

Apa itu peledak tandan?
Konvensi tentang Amunisi Klaster mendefinisikan peledak klaster sebagai senjata nan dirancang untuk menyebar alias melepaskan submunisi peledak, nan masing-masing beratnya kurang dari 20 kg.

Bom tandan adalah jenis senjata peledak nan dapat dijatuhkan dari pesawat terbang alias dipasang pada peluru artileri alias rudal nan diluncurkan dari darat (amunisi tandan).

Kedua jenis senjata ini mempunyai struktur umum nan terdiri dari unit penyebar dan bom-bom mini berisi bahan peledak.

Ketika peledak induk alias hulu ledak mendekati targetnya, dia meledak di udara, menyebarkan banyak submunisi ke area nan luas, menciptakan pengaruh penghancuran nan meluas. Bom induk hanya berfaedah untuk melepaskan submunisi; peledak itu sendiri menyebabkan kerusakan langsung nan sangat kecil.

Bom submunisi meledak saat mengenai alias berbenturan dengan target, menyebabkan kerusakan di area nan luas. Bom kluster dirancang untuk menimbulkan korban jiwa, menghancurkan bangunan, alias merusak kendaraan tempur musuh.

Bom tandan pertama kali didokumentasikan selama PerangDuniaII, sekitar tahun 1942, ketika pasukan Soviet menggunakan peledak tandan nan dijatuhkan dari pesawat terbang terhadap tank-tank Jerman.

Jerman Nazi juga mengembangkan peledak tandan sebagai tanggapan terhadap tentara Soviet pada tahun 1943 dan negara-negara musuh lainnya. Senjata ini kemudian ditiru, disempurnakan, dan digunakan di medan perang oleh militer AS, Inggris, dan negara-negara lain.

Setidaknya 23pemerintahtelah menggunakan amunisi tandan dalam bentrok bersenjata sejak Perang Dunia II. Hampir setiap wilayah di bumi pernah mengalami penggunaan amunisi tandan dalam 75 tahun terakhir, termasuk Asia Tenggara, Eropa Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Amerika Latin.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews