cara mencuci sayur | foto ilustrasi: Gemini AI
- Sayur dan buah nan terkena debu kering cukup tebal jangan buru-buru disiram banyak air. Ada satu tahap sederhana nan bisa dilakukan lebih dulu, ialah menyingkirkan debu nan mudah lepas secara perlahan sebelum bahan dicuci dengan air mengalir. Cara ini membantu agar kotoran kering tidak langsung bercampur dengan air dan menyebar ke permukaan bahan.
Trik ini terutama berfaedah ketika bahan makanan sempat diletakkan di tempat terbuka alias lingkungan rumah sedang banyak debu. Namun, perlu diingat, menyingkirkan debu kering bukan berfaedah buah dan sayur sudah bersih. Setelah tahap awal ini, bahan tetap perlu dicuci dengan air mengalir sebelum dimakan alias diolah.
Kenapa Debu Kering Sebaiknya Disingkirkan Dulu?
Debu nan tetap kering relatif mudah dilepaskan dari permukaan bahan makanan tanpa membuatnya menjadi basah terlebih dahulu. Ketika langsung terkena banyak air, debu tersebut dapat berubah menjadi kotoran basah nan menempel dan menyebar di permukaan.
Karena itu, untuk bahan nan lapisan debunya terlihat cukup tebal, kotoran nan mudah lepas bisa disingkirkan secara perlahan terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutkan dengan pencucian menggunakan air mengalir.
Food and Drug Administration (FDA), badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat, merekomendasikan buah dan sayur dicuci di bawah air mengalir sebelum dimakan alias diolah. Untuk bahan dengan permukaan keras seperti mentimun alias melon, FDA juga menyarankan permukaannya digosok menggunakan sikat unik sayuran nan bersih.
Alat dan Bahan nan Dibutuhkan
- Sikat berbulu lembut nan bersih dan unik untuk bahan makanan
- Air mengalir bersih
- Wadah alias baskom bersih untuk menampung bahan setelah dicuci
- Tisu dapur alias kain bersih untuk mengeringkan bahan jika diperlukan
- Tidak perlu menambahkan sabun, deterjen, pemutih, alias cairan pembersih rumah tangga ke air pencuci buah dan sayur. FDA justru tidak merekomendasikan penggunaan bahan-bahan tersebut untuk mencuci produk segar.
Cara Mencuci Sayur dan Buah nan Terkena Debu Kering Tebal
1. Pisahkan bahan nan terlihat paling berdebu
Jangan langsung mencampur semua sayur dan buah menjadi satu. Pisahkan bahan nan lapisan debunya paling tebal agar proses pembersihan lebih mudah.
2. Periksa permukaan bahan
Lihat apakah debu hanya menempel tipis alias sudah membentuk lapisan cukup tebal.
Untuk debu nan mudah lepas, cukup singkirkan secara perlahan. Tidak perlu menggosok permukaan dengan kuat.
3. Singkirkan debu kering secara perlahan
Gunakan sikat berbulu lembut nan betul-betul bersih dan memang digunakan untuk bahan makanan.
Lakukan aktivitas ringan pada bahan nan permukaannya cukup keras. Tujuannya hanya membantu melepaskan kotoran kering nan mudah terangkat, bukan mengikis kulit bahan.
Untuk sayuran berdaun alias buah nan kulitnya tipis dan mudah rusak, sebaiknya jangan dipaksakan menggunakan sikat.
4. Cuci di bawah air mengalir
Setelah debu kasar berkurang, bilas bahan secara menyeluruh di bawah air mengalir.
Gosok perlahan menggunakan tangan nan bersih pada bahan nan permukaannya memungkinkan untuk digosok. FDA menyebut membilas sembari menggosok lembut sebagai salah satu langkah membersihkan buah dan sayur.
5. Beri perhatian pada bagian nan berlekuk
Kentang, wortel, brokoli, dan bahan dengan permukaan tidak rata bisa mempunyai celah nan membikin kotoran lebih mudah menempel.
Bilas bagian tersebut dengan air mengalir dan gunakan sikat sayur nan bersih jika teksturnya memungkinkan.
6. Buang bagian nan rusak
Jika ada bagian buah alias sayur nan memar, terpotong, alias membusuk, pangkas bagian tersebut sebelum bahan diolah.
FDA juga menyarankan bagian nan rusak alias memar dipotong sebelum buah dan sayur disiapkan alias dimakan.
7. Tiriskan sebelum disimpan alias diolah
Setelah dicuci, tiriskan bahan sampai tidak terlalu basah. Jika diperlukan, gunakan tisu dapur alias kain bersih untuk mengeringkan permukaannya.
Bahan nan sudah dicuci kemudian bisa langsung diolah alias disimpan sesuai jenisnya.
Cara Menanganinya Beda-Beda, Jangan Semua Sayur Digosok
Tidak semua bahan makanan cocok diperlakukan dengan langkah nan sama. Tekstur kulit dan permukaan menjadi pertimbangan krusial saat membersihkan debu.
| Apel | Relatif keras dan licin | Singkirkan debu perlahan | Bilas dengan air mengalir. |
| Pir | Kulit cukup halus | Hindari menggosok keras | Bilas perlahan. |
| Kentang | Bertekstur dan sering berdebu | Gunakan sikat bersih secara lembut | Bilas di bawah air. |
| Wortel | Permukaan cukup keras | Bersihkan debu nan mudah lepas | Bilas dan gesek ringan. |
| Brokoli | Banyak celah | Singkirkan kotoran permukaan | Bilas bagian sela. |
| Selada | Daun tipis dan mudah rusak | Hindari menyikat | Pisahkan daun dan bilas. |
| Tomat | Kulit relatif lembut | Jangan ditekan | Bilas perlahan. |
Untuk bahan dengan permukaan keras, penggunaan sikat sayur bersih memang dapat membantu mengangkat kotoran permukaan. Sementara itu, bahan nan lunak alias mudah rusak sebaiknya ditangani lebih lembut.
Jangan Lakukan Ini Saat Membersihkan Buah dan Sayur Berdebu
- Jangan menggosok terlalu keras
Kulit buah alias permukaan sayur bisa rusak jika digosok dengan tekanan berlebihan.
- Jangan menggunakan sikat bekas
Jangan memakai sikat nan sebelumnya digunakan untuk membersihkan lantai, bilik mandi, sepatu, alias barang lain. Gunakan perangkat nan bersih dan unik untuk bahan makanan.
- Jangan langsung mencampur bahan nan sangat kotor dengan bahan lain
Pisahkan bahan nan lapisan debunya lebih tebal agar kotoran tidak beranjak ke bahan nan sudah bersih.
- Jangan mencuci dengan sabun alias deterjen
Buah dan sayur tidak perlu dicuci menggunakan sabun, deterjen, pemutih, alias pembersih rumah tangga. Bahan-bahan tersebut dapat meninggalkan residu dan tidak direkomendasikan untuk mencuci produk segar.
- Jangan menganggap tahap menyikat sebagai pengganti pencucian
Ini nan paling penting. Menyingkirkan debu kering hanya merupakan tahap awal untuk membantu mengurangi kotoran nan terlihat.
Buah dan sayur tetap perlu dicuci menggunakan air mengalir sebelum dimakan alias diolah. Proses pencucian dapat membantu mengurangi kotoran dan sebagian mikroorganisme, tetapi tidak menjamin seluruh kontaminan hilang.
Kalau Rumah Sedang Banyak Debu, Simpan Buah dan Sayur Lebih Terlindung
Selain memperhatikan langkah mencuci, penyimpanan juga penting. Buah dan sayur nan dibiarkan terbuka lebih mudah kembali terkena debu setelah dibersihkan.
Simpan bahan makanan di tempat nan bersih dan sesuai kebutuhan masing-masing bahan. Untuk produk nan memang perlu disimpan dalam kulkas, gunakan wadah bersih dan hindari meletakkannya berdekatan dengan bahan mentah lain nan berpotensi menyebabkan kontaminasi silang.
Jika kondisi udara di rumah sedang banyak debu alias asap, bahan makanan nan belum digunakan sebaiknya tidak dibiarkan terbuka tanpa perlindungan.
FAQ
Apakah buah dan sayur boleh dicuci dengan sabun?
Tidak disarankan. FDA merekomendasikan mencuci buah dan sayur menggunakan air mengalir, bukan sabun, deterjen, alias pemutih.
Apakah semua buah dan sayur perlu disikat?
Tidak. Sikat lebih cocok untuk bahan nan permukaannya keras dan memungkinkan untuk digosok, seperti kentang, wortel, mentimun, alias melon. Bahan berdaun dan berkulit tipis sebaiknya dicuci dengan lebih lembut.
Apakah menyikat debu kering berfaedah bahan sudah bersih?
Belum. Tahap tersebut hanya membantu mengurangi debu alias kotoran nan mudah lepas. Buah dan sayur tetap perlu dicuci dengan air mengalir sebelum dimakan alias diolah.
Bagaimana jika ada bagian buah alias sayur nan memar?
Potong dan buang bagian nan rusak alias memar sebelum bahan disiapkan. Jika sudah terlihat membusuk, sebaiknya tidak digunakan.
Apakah buah nan bakal dikupas tetap kudu dicuci?
Ya. Buah dan sayur tetap perlu dicuci sebelum dikupas alias dipotong agar kotoran dan mikroorganisme di permukaan tidak ikut beranjak ke bagian dalam saat pisau digunakan.
(brl/tin)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·