Perjuangan berat atasi anak picky eater bisa selesai dengan solusi yang satu ini, semangat Moms!

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perjuangan berat atasi anak picky eater bisa selesai dengan solusi nan satu ini, semangat Moms!

Foto: Shutterstock.com

- Moms...

Jadi seorang ibu itu rupanya berat, ya. Bukan hanya soal bentuk nan terkuras lantaran kurang tidur, tapi tentang mental nan rasanya digerus perlahan setiap kali jam makan tiba. Rasanya saya sudah ada di titik paling capek berhadapan dengan anak nan picky eater.

Setiap hari, rasa resah itu selalu bersarang di dada. Hari ini si mini mau makan apa? Apakah berat badannya bakal turun lagi bulan ini? Anak orang lain bisa makan lahap tanpa drama, sementara si mini jangankan mengunyah, memandang piringnya saja sudah tantrum sendiri.

Apa Itu Picky Eater pada Anak?

Jujur saja, menghadapi anak nan mendadak tindakan 'Gerak Tutup Mulut' (GTM), ngamuk saat disuapi, alias telaten memisahkan sayur di piringnya itu memang menguras emosi. Kondisi ini biasa disebut picky eater, ialah momen ketika si mini mendadak sangat pemilih soal makanan dan enggan mencicipi rasa baru. Perilaku ini sebenarnya tak hanya dialami anak-anak, tapi juga dijumpai pada orang dewasa.

Perjuangan berat atasi anak picky eater bisa selesai dengan solusi nan satu ini, semangat Moms!

Foto: Shutterstock.com

Sebenarnya, ini adalah fase perkembangan nan sangat wajar, terutama saat anak menginjak usia 2 hingga 5 tahun, apalagi beberapa sudah mulai terlihat sejak masa MPASI. Walau tergolong fase alami nan nantinya memudar seiring bertambahnya usia, perihal ini kudu diperhatikan. Momen pilih-pilih makanan ini berangkaian erat dengan pemenuhan gizi, akibat berat badan (kurang maupun berlebih), dan tumbuh kembang optimalnya.

Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Menghadapi anak nan susah makan memang butuh stok kesabaran ekstra tanpa perlu terbawa emosi. Kuncinya, usahakan suasana makan tetap tenang. Moms bisa mulai dengan menyajikan porsi mini terlebih dulu daripada langsung memenuhi piring, lantaran piring nan terlalu penuh sering membikin anak merasa kewalahan duluan. Selain itu, kenalkan makanan baru secara berjenjang dan padukan dengan rasa nan sudah familier baginya.

Salah satu masakan unik Indonesia nan terkenal bagi anak-anak adalah ayam kecap. Rasanya pasti familier bagi anak-anak. Paduan kecap manis, ayam, bawang, dan rempah-rempah siap membikin si mini jadi lahap lagi. Terlebih, resep ayam kecap juga mudah sekali dibuat di dapur rumah. Berbekal rasa nan lezat, si mini pasti lahap makannya.

Perjuangan berat atasi anak picky eater bisa selesai dengan solusi nan satu ini, semangat Moms!

Foto: Shutterstock.com

Satu prinsip krusial nan tidak boleh dilupakan. Jangan pernah memaksa anak menghabiskan makanan. Paksaan hanya bakal menciptakan rasa takut dan trauma pada proses makan. Agar anak lebih berselera, pastikan masakan terasa lezat. Makanan tawar sering membikin anak malas makan dan bisa mengganggu potensi prestasinya. Moms bisa memanfaatkan rasa umami dari MSG untuk membikin masakan lebih gurih. Secara medis, rasa lezat dari MSG membantu merangsang produksi cairan pencernaan di lambung, sebuah kunci utama agar nutrisi makanan dapat diserap tubuh secara optimal.

Tips Membuat Anak Mau Mencoba Makanan Baru

Biar si mini mau mencoba menu baru tanpa drama, Moms bisa memadukan bahan makanan baru tersebut dengan makanan favoritnya. Mengkreasikan ragam warna, bentuk, dan tekstur di atas piring juga efektif membikin sajian terlihat lebih memikat. Kunci utamanya terletak pada konsistensi, ialah mengenalkan makanan baru secara berulang tanpa ada unsur paksaan.

Perjuangan berat atasi anak picky eater bisa selesai dengan solusi nan satu ini, semangat Moms!

Foto: Shutterstock.com

Misalnya, cobain resep soto ayam nan jadi jagoan masakan family di rumah. Memasaknya juga nggak ribet tapi tetap kaya bakal rasa. Sensasi hangatnya pasti menenangkan si mini nan sedang tantrum. Soto ayam juga kaya bakal umami alami. Jangan lupa koreksi rasa agar masakan tidak hambar, ya Moms!

Soal rasa, penggunaan MSG secukupnya bisa dimanfaatkan untuk menambah rasa gurih secara aman. Chef Martin Praja menyampaikan bahwa MSG sebenarnya tidak mengubah rasa dasar masakan, melainkan justru memperkuatnya. Sementara itu, dr. Sonia Wibisono menjelaskan bahwa MSG bantu mengurangi konsumsi garam.

Fakta medis menunjukkan bahwa MSG mengandung natrium nan jauh lebih sedikit dibandingkan garam dapur biasa, sehingga mengganti sebagian garam dengan MSG menjadi langkah bijak untuk menekan asupan natrium tanpa mengurangi kelezatan.

Orang tua tidak perlu khawatir, ada rekomendasi micin terbaik seperti Sasa MSG terbuat dari bahan tetes tebu alami melalui proses fermentasi. Proses ini serupa dengan pembuatan kecap alias yoghurt, nan menghasilkan protein glutamat alami berbentuk kristal putih tidak berbau. Keamanannya pun terjamin melalui sertifikasi HALAL MUI, MD-BPOM, FDA-USA, Kosher, hingga izin Komunitas Eropa nan menyatakan produk ini kondusif dikonsumsi secukupnya seperti lada, garam, alias gula.

Dengan memadukan MSG berbareng bahan bergizi seperti protein, sayuran, dan karbohidrat serta memantau asupan natrium harian, menyajikan hidangan sehat nan dilahap lenyap oleh si mini jadi jauh lebih mudah.

(brl/lak)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net