Satu Tahun Tanoto Fellow Berkarya, Bappenas Dorong Generasi Muda Berkontribusi dari Lingkungan Sekitar

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Satu Tahun Tanoto Fellow Berkarya, Bappenas Dorong Generasi Muda Berkontribusi dari Lingkungan Sekitar 10 Tanoto Fellows Cohort 2025 (baris belakang) berbareng Didik Darmanto, S.Sos, MPA, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga di Kementerian PPN/Bappenas, CEO Tanoto Foundation, Benny Lee dan jejeran leadership, serta para mentor.(Dok Tanoto Foundation)

MENYIAPKAN generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas.

Menurut World Bank (2020), Human Capital Index Indonesia berada di nomor 0,54, nan menunjukkan bahwa produktivitas generasi mendatang tetap berada sekitar 54% dari potensi nan dapat dicapai dalam kondisi ideal pendidikan dan kesehatan. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan kualitas SDM Indonesia perlu diperkuat dari beragam lini, termasuk dengan membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial di sekitarnya.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin krusial dalam mempersiapkan pemimpin masa depan nan bisa mendorong pembangunan sosial dan peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan. 

Selain kompetensi profesional, pemimpin masa depan perlu mempunyai pemahaman terhadap persoalan masyarakat, keahlian untuk bekerja lintas sektor, serta orientasi untuk menciptakan akibat jangka panjang. Pengalaman terlibat langsung dalam persoalan pembangunan dapat menjadi bagian krusial dalam membentuk langkah pandang dan kapabilitas tersebut.

Karena itu, pengembangan talenta muda tidak hanya memerlukan ruang untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk mengalami, berkolaborasi, dan berkontribusi secara langsung. Pengalaman di lapangan membantu generasi muda menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, memahami konteks lokal, serta mengembangkan inisiatif nan relevan dan berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, dalam Tanoto Foundation Fellowship Programme Cohort 2025 Graduation di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut Didik, kontribusi generasi muda terhadap pembangunan dapat dimulai dari persoalan nan paling dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan tersebut memungkinkan generasi muda untuk mengerti dan dapat mengembangkan inisiatif nan sesuai dengan konteks setempat.

“Kontribusi tidak kudu dimulai dari sesuatu nan besar. Justru kita bisa memulainya dari gerakan-gerakan lokal nan dampaknya sangat nyata, dari titik paling mini di sekitar kita,” ujar Didik.

Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat juga dapat menjadi modal krusial bagi generasi muda ketika nantinya mereka mengembangkan beragam inisiatif di bidangnya masing-masing.

“Teman-teman Fellow bisa terjun langsung selama 1 tahun sehingga mempunyai modal sosial dari program ini, network, dan keahlian untuk memahami aspek sosial budaya masyarakat. Saya berambisi pengalaman tersebut dapat mereka implementasikan ketika kembali ke masyarakat, sehingga inisiatif nan dibangun betul-betul sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” lanjut Didik.

Pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian krusial dalam perjalanan 10 Tanoto Fellow Cohort 2025, nan selama satu tahun terlibat dalam beragam proyek pendidikan di Sumatra, Jawa, Riau, dan Kalimantan. Mereka bekerja berbareng pemerintah daerah, masyarakat, dan beragam pemangku kepentingan dalam penguatan literasi dan numerasi, pendidikan anak usia dini, serta pengembangan materi pembelajaran berbasis konteks lokal.

Melalui keterlibatan tersebut, para Fellow tidak hanya menerapkan pengetahuan nan diperoleh selama program, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menyesuaikan pendekatan dengan konteks setempat.

Membangun Pemimpin nan Membawa Dampak 

Di tempat nan sama Head of Learning Environment, Tanoto Foundation, M. Ari Widowati, menekankan bahwa pengetahuan dan keahlian nan diperoleh selama program bakal mempunyai nilai nan lebih besar ketika dapat diterapkan dan memberikan faedah di luar program.

“Fellowship ini bukan hanya tentang apa nan kita dapatkan dari program, tetapi juga tentang apa nan bisa kita lakukan dengan apa nan sudah kita pelajari. Pengalaman, pengetahuan, dan keahlian nan diperoleh selama satu tahun bakal menjadi berfaedah ketika semuanya digunakan untuk memberikan faedah bagi orang lain,” ujar Ari.

“Perjalanan sebagai Tanoto Fellow mungkin berhujung hari ini, tetapi proses belajarnya tidak berhenti. Saya berambisi teman-teman terus membawa semangat untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi di mana pun berada,” lanjut Ari.

Mempersiapkan talenta muda untuk Indonesia Emas 2045

Bagi Tanoto Foundation, pengembangan talenta muda merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui Tanoto Foundation Fellowship Programme, generasi muda mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan melalui pengalaman langsung, memahami persoalan sosial dari dekat, serta belajar bekerja berbareng beragam pihak untuk menghasilkan perubahan nan relevan dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk mempunyai pemimpin masa depan nan tidak hanya mempunyai kompetensi, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap persoalan sosial, bisa memandang akibat jangka panjang, dan berkomitmen untuk menciptakan perubahan nan berkelanjutan.

Kontribusi menuju Indonesia Emas 2045 tidak dimulai pada 2045, tetapi dibangun melalui talenta nan dipersiapkan sejak hari ini. Bagi 10 Tanoto Fellow Cohort 2025, satu tahun fellowship menjadi bagian dari perjalanan untuk membawa pembelajaran dan pengalaman tersebut ke dalam profesi, komunitas, dan bagian kontribusi mereka masing-masing. (RO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia