Ilustrasi(Dok Istimewa)
SUASANA ruang pemeriksaan anak di Rumah Sakit Inco Sorowako pagi itu cukup sibuk. Sejumlah ibu menggendong balitanya sembari duduk di bangku panjang koridor. Di antara mereka, tampak Rezky, 28 dengan sabar menimang Lutfi, putranya nan baru berumur 15 bulan.
Wajah Lutfi nan mungil itu sesekali merengek, namun Rezky dengan lembut membelai rambutnya sembari sesekali mendengarkan dengan saksama penjelasan tim medis tentang kondisi anaknya.
“Awalnya timbangan dan tinggi badannya tidak sesuai, makanya dia dikatakan kategori stunting,” ujar Rezky sembari memperhatikan Lutfi nan mulai resah di pangkuannya. Matanya tak lepas dari pamflet edukasi gizi nan baru saja diberikan perawat.
Rezky adalah satu dari puluhan ibu nan anaknya terpilih dalam program intervensi stunting terpadu nan digagas PT Vale Indonesia di Kecamatan Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
Sejak Maret 2026, perusahaan tambang nikel itu menggandeng tenaga medis, puskesmas, posyandu, hingga perawat desa untuk menangani secara langsung 42 anak nan direkomendasikan dari beragam akomodasi kesehatan setempat.
Dari hasil pemeriksaan mendalam di Rumah Sakit Inco Sorowako, tim medis menemukan 37 anak terkonfirmasi mengalami stunting dan memerlukan penanganan khusus. Lutfi adalah salah satunya.
Penanganan Menyeluruh
Dr. Imelda Hadi, ahli anak di RS Inco Sorowako, menjelaskan bahwa program nan melangkah selama tiga bulan ini tidak hanya berakhir pada pemeriksaan awal. Setiap anak menjalani serangkaian prosedur ketat.
“Langkah awal kami lakukan pemeriksaan medis dengan wawancara gimana praktik pemberian makan mereka. Kemudian kami lakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan secara rutin dan teratur setiap 10 hari,” jelas dr. Imelda saat ditemui di sela-sela agenda praktiknya.
Tidak hanya itu, tim medis juga melakukan pemeriksaan laboratorium dan skrining tuberkulosis (TB) dengan tes tuberkulin. Untuk pasien tertentu nan dicurigai mengarah ke radang paru alias TBC, pemeriksaan radiologi pun dilakukan.
“Kami juga bekerja-sama dengan tim mahir gizi di rumah sakit untuk memberikan edukasi ASI,” tambahnya.
Intervensi gizi nan diberikan meliputi susu berkalori tinggi, suplementasi unsur besi bagi anak nan terbukti anemia akibat kekurangan unsur besi, serta pemberian vitamin D dan probiotik untuk mendukung pertumbuhan.
Yang membikin program ini berbeda adalah pendampingan berkelanjutan. Imelda mengapresiasi peran aktif perawat desa nan dengan antusias memantau kondisi anak-anak stunting langsung ke rumah-rumah.
“Bidan desa ini saya sangat apresiasi lantaran mereka betul-betul antusias dan dengan tulus mau ikut dalam program ini, hanya semata-mata untuk kepentingan anak-anak stunting ini gimana mereka bisa lepas alias bebas dari stunting,” tuturnya.
Harapan dari Susu Kalori Tinggi
Rezky merasakan sendiri perubahan pada Lutfi setelah program melangkah dua bulan. “Setelah ada program dari Vale untuk bayi stunting, dia diberikan susu. Dari dia mengonsumsi susu, ada perubahan melewati periode pemisah dari stunting,” ceritanya dengan mata berbinar.
Meski optimistis, Rezky berambisi program seperti ini bisa bersambung dan apalagi ditingkatkan. “Harapannya untuk bayi nan stunting ini bisa dapat lagi, lebih baik lagi programnya,” pintanya.
Sementara itu, sinergi antara PT Vale, tenaga kesehatan, dan pemerintah wilayah terus diperkuat. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, nan turut mendukung penuh program ini, membujuk seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan untuk berkedudukan aktif, terutama di wilayah pelosok nan tetap minim akomodasi kesehatan.
“Saya membujuk sektor swasta seperti Vale untuk menjadi bagian dari solusi melalui program orang tua asuh, sehingga nomor stunting bisa turun secara bertahap,” ujar Bupati Irwan.
Pemerintah kabupaten juga telah menyiapkan “Program Seribu Kehidupan” melalui anggaran perubahan tahun ini. Program itu menyasar ibu mengandung dengan support akomodasi gizi dan nutrisi selama sembilan bulan hingga satu tahun pasca melahirkan.
“Jika seluruh komponen masyarakat bergerak, maka penurunan stunting bukanlah perihal nan susah untuk dicapai,” tegas Bupati Irwan.
Lebih dari Sekadar Angka
Dari 37 anak nan sekarang dalam penanganan intensif, setiap kemajuan kecil, sekian gram kenaikan berat badan, sekian sentimeter pertambahan tinggi disambut syukur oleh para ibu dan tim medis.
PT Vale Indonesia sendiri terus berkomitmen tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, training vokasi, dan beragam program pemberdayaan masyarakat lantaran generasi industri nan handal lahir dari anak-anak nan sehat dan berdaya.
Bagi PT Vale menurut Vanda Kusumaningrum sebagai Head of Corporate Communications di PT Vale Indonesia Tbk, pencegahan dan penanganan stunting bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang nan menentukan kualitas generasi masa depan sekaligus daya saing daerah. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·