Satu Kasus Bunuh Diri Berdampak Psikologis pada 30 Orang di Sekitarnya

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Satu Kasus Bunuh Diri Berdampak Psikologis pada 30 Orang di Sekitarnya ilustrasi(Dok.MI)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kasus bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat nan sangat serius. Dampak traumatis dari satu tindakan bunuh diri tidak hanya menimpa pelaku, tetapi juga membayang-bayangi hingga 30 orang di lingkungan sekitarnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyampaikan perihal tersebut dalam aktivitas Temu Media memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri di Jakarta.

"Jadi jika saya pernah membaca, satu kasus kematian itu bakal terdampak alias berakibat kepada sekitar 30 orang," kata Imran, Rabu (9/9). 

Puluhan orang nan terdampak bisa dari keluarga, teman, hingga orang nan menolong pun bisa terdampak lantaran memandang luka orang lain jatuh dari ketinggian alias menolong orang nan gantung diri sehingga terlihat luka jejak ikatan di lehernya.

"Jadi bakal sangat berakibat terhadap 30 orang sekitarnya. Keluarga juga bakal mikir kenapa anaknya sampai mau bunuh diri, alias temannya merasa bersalah lantaran tidak mengetahui persoalan orang sekitarnya nan mau mencoba bunuh diri," ujar dia.

Rasa dan pertanyaan tersebut nan selalu terbawa oleh orang lain dan menjadi terpengaruh. Belum lagi, orang nan mencoba bunuh diri juga merasakan akibat lebih besar lantaran dia bisa jadi cacat, semangat nan kurang, dan sebagainya. 

Masalah lainnya ialah orang nan sudah mencoba bunuh diri bakal condong untuk mencoba lagi.

Oleh lantaran itu, dia menyarankan agar saling mendengarkan dan membuka ruang untuk berbincang sehingga bisa tahu apa nan dipikirkan.

"Karena dengan percakapan inilah kita bisa mencoba memahami kenapa percobaan bunuh diri bisa terjadi. Kemudian apa sih nan bisa kita lakukan untuk membantu orang-orang nan punya pemikiran mengakhiri dirinya," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Kepolisian, kasus bunuh diri nan dilaporkan setiap tahun meningkat. Pada 2023 ada 1.332 kasus, kemudian naik di 2024 menjadi 1.403 kasus, dan 2025 menjadi 1.503 kasus.

"Saya percaya sebetulnya cukup banyak, alias ada kasus-kasus bunuh diri nan tidak dilaporkan. Belum nan percobaan bunuh diri, tapi enggak jadi meninggal. Itu juga cukup banyak dan kasus-kasus seperti ini seringkali ditutupi," pungkasnya.

Kemudian ada perkiraan nan dibuat oleh IHME, jauh lebih tinggi dibanding nan dilaporkan. Menurutnya kasus bunuh diri diharapkan terus menurun, di sisi lain laporan dan angkanya pun diharapkan meningkat. (P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia