Sebanyak 250 personel Satpol PP Jakarta Timur dikerahkan untuk menjaga Jalan Raya Bogor, Kramat Jati.(Dok. Antara)
SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur mengerahkan 250 personel untuk menjaga area Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, dari pedagang kaki lima (PKL). Langkah ini diambil guna memastikan ketertiban umum setelah dilakukannya relokasi besar-besaran di wilayah tersebut.
Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Muhammadong, menyatakan bahwa ratusan personel tersebut bakal bersiaga setiap hari selama satu bulan ke depan. Penjagaan difokuskan agar pedagang tidak kembali menggelar lapak di bahu jalan maupun trotoar nan telah ditata.
"Sebanyak 250 personel Satpol PP Jakarta Timur dikerahkan untuk berjaga di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati," ujar Muhammadong di Jakarta, Kamis (3/9).
Petugas dibagi ke dalam dua shift kerja, ialah pukul 16.00-23.00 WIB dan pukul 23.00-07.00 WIB. Selain patroli rutin, petugas juga mendirikan posko pengawasan di pelataran parkir Plaza Lippo Kramat Jati untuk memudahkan pemantauan di sepanjang jalan utama tersebut.
Muhammadong menambahkan, jumlah personel bakal dikurangi secara berjenjang jika kondisi area sudah betul-betul kondusif. "Prinsipnya, kita mau memastikan para pedagang menempati lapak-lapaknya sesuai dengan nan telah ditentukan dan disepakati bersama," tegasnya.
Sebelumnya, sebanyak 614 pedagang telah direlokasi sejak Selasa (1/9) ke beragam letak resmi milik Pemprov DKI Jakarta. Rinciannya, 331 pedagang ke Pasar Kramat Jati sektor 7, 193 pedagang ikan ke Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue ke Lokbin Cililitan, dan sisanya ke pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya.
Penataan area ini telah berjalan sejak 24 hingga 31 Agustus 2026, mencakup perbaikan trotoar, median jalan, hingga pembersihan letak bimbingan (lokbin). Pemerintah juga meningkatkan akomodasi di lokbin, seperti perbaikan saluran air dan penambahan kipas angin untuk kenyamanan pedagang dan pembeli. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·