Jakarta - Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Pratikno mengatakan pemulihan ekonomi penyintas dan mitigasi akibat musibah lanjutan menjadi prioritas pada fase transisi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Pratikno usai rapat berbareng Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pratikno menjelaskan pemulihan ekonomi penyintas bakal dilakukan secara paralel dengan beragam rencana tindakan prioritas seperti normalisasi sungai, pemulihan lahan sawah dan tambak, perbaikan jalur logistik, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta program padat karya.
Skema tersebut dirancang untuk mengantisipasi akibat lanjutan pascabencana seperti banjir susulan akibat sungai nan belum sepenuhnya dinormalisasi. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat melalui program padat karya nan bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli penduduk terdampak.
"Kebutuhan mendesak masyarakat terus kami jaga agar bisa terpenuhi sebaik-baiknya. Selain itu, kami juga kudu kembali memfasilitasi kehidupan ekonomi masyarakat, mulai dari menjaga jalur logistik, pertanian, perikanan, hingga perdagangan dan UMKM," kata Pratikno dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Pratikno menegaskan percepatan perbaikan prasarana bentuk juga menjadi konsentrasi utama pada fase transisi pemulihan. Menurutnya, langkah tersebut krusial agar prasarana nan diperbaiki lebih kuat menghadapi potensi musibah hidrometeorologi di masa mendatang.
"Kita kudu mengawal prasarana bentuk jangan sampai kelak tidak kokoh dalam menghadapi perubahan suasana ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan prasarana menjadi langkah penting. Hal itu untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal, sekaligus mengurangi akibat akibat musibah susulan di masa mendatang.
"Terutama nan kita prioritaskan adalah infrastruktur. Seperti tadi disampaikan (Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno), normalisasi sungai menjadi prioritas, kemudian jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, pertambakan, dan sektor ekonomi," kata Tito.
Di sisi lain, lanjut Tito, Satgas PRR juga bakal mempercepat pembangunan kediaman tetap (huntap) di tiga wilayah terdampak agar penyintas tidak terlalu lama tinggal di kediaman sementara (huntara) dan dapat segera kembali menata kehidupan secara lebih layak dan berkelanjutan.
"Kemudian huntap juga krusial agar masyarakat tidak terlalu lama di huntara," tutup Tito. (akd/ega)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·