Rapat koordinasi optimasi program MBG berbareng unsur Muspika, pemerintah kecamatan, koordinator wilayah pendidikan, perwakilan puskesmas, serta para pemangku kepentingan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/6).(MI/ANTON KUSTEDJA)
UPAYA optimasi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pertimbangan berkala.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) berbareng unsur musyawarah ketua kecamatan (Muspika), pemerintah kecamatan, koordinator wilayah pendidikan, perwakilan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), serta para pemangku kepentingan terkait.
Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikarang Barat, Ihsan Nuur Hidayatulloh, menyampaikan, rakor dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen berbareng untuk memastikan penyelenggaraan program melangkah efektif, tepat sasaran, dan sesuai standar pelayanan nan ditetapkan.
“Melalui forum ini kami melakukan pertimbangan terhadap penyelenggaraan program di lapangan, menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan, serta menerima beragam masukan guna memperkuat kualitas jasa MBG di wilayah Cikarang Barat,” ujar Ihsan, Rabu (3/6).
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek strategis menjadi konsentrasi pembahasan, di antaranya pengesahan info penerima manfaat, standardisasi operasional dapur SPPG, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kualitas jasa pangan.
Penguatan standar dapur menjadi salah satu perhatian utama, mencakup pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sertifikasi halal, penerapan standar keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), hingga sasaran sertifikasi ISO untuk mendukung tata kelola pelayanan nan lebih baik.
Sebagai tindak lanjut rakor, dilakukan pengesahan info penerima faedah untuk memastikan kesesuaian info dengan kondisi aktual di lapangan. Langkah itu dinilai krusial agar pengedaran MBG dapat menjangkau sasaran secara tepat dan akurat.
Penerima manfaat
Berdasarkan info sementara, potensi penerima faedah dari kalangan peserta didik di Kecamatan Cikarang Barat mencapai sekitar 75 ribu siswa.
Sementara golongan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita nan telah mendapatkan jasa mendekati 5.000 penerima manfaat, dengan proses pendataan nan terus diperbarui melalui koordinasi berbareng akomodasi jasa kesehatan dan lembaga terkait.
Dalam pertimbangan penyelenggaraan program, ditemukan pula sejumlah aspek nan memerlukan penyempurnaan. Dari total 19 dapur SPPG nan tersedia, sebanyak 17 dapur saat ini tetap beraksi aktif, sedangkan dua dapur lainnya dihentikan sementara operasionalnya lantaran tetap memerlukan penyesuaian akomodasi sesuai standar nan berlaku.
Evaluasi
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya dilihat dari jumlah pengedaran makanan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang anak.
“Keberhasilan program diukur dari meningkatnya status gizi anak, pertumbuhan nan sesuai usia, serta support terhadap keahlian belajar dan kualitas kesehatan penerima manfaat,” ungkapnya.
Pemerintah wilayah berbareng seluruh unsur mengenai berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, pengawasan, dan penyempurnaan penyelenggaraan program MBG sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·