Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 Bahas Strategi Perkuat Daya Tahan Ekonomi

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 Bahas Strategi Perkuat Daya Tahan Ekonomi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9/2026).(Dok Metro TV)

METRO TV berbareng Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar aktivitas Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 nan digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Kamis (3/9).

Mengusung tema “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional”, forum nan mempertemukan para ahli ekonomi dan pemangku kebijakan ini menjadi ruang untuk membahas beragam tantangan ekonomi nan dihadapi Indonesia sekaligus merumuskan pendapat dan strategi untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional. 

Sejumlah tokoh ekonomi dan pemangku kebijakan datang dalam forum tersebut. Di antaranya Wakil Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM RI Todotua Pasaribu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Ekonom Senior INDEF Aviliani, dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P. Hutajulu. 

Empat Agenda Perkuat Ekonomi Nasional 

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyoroti empat agenda utama nan perlu diperkuat untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Keempat agenda tersebut mencakup stabilitas sektor keuangan, kebijakan fiskal, investasi dan hilirisasi, serta transisi daya dan proyek strategis. 

"Tema nan kita angkat hari ini adalah di tengah gelombang global, menjaga daya tahan ekonomi nasional. Tema ini kita anggap sangat relevan dengan kondisi perekonomian kita saat ini," kata Mirdal dalam sambutan pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Hotel Kempinski.

Menurut Mirdal, ketidakpastian dunia tetap membayangi stabilitas ekonomi. Kondisi tersebut terlihat dari dinamika geopolitik, volatilitas nilai daya dan komoditas, perubahan kebijakan moneter global, hingga fragmentasi perdagangan. 

"Untuk terus berlayar dengan kondusif di tengah kecamuk gelombang dunia ini, ada empat agenda utama nan perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan nan terintegrasi dan saling terhubung," ujar dia. 

Mirdal mengatakan agenda pertama berangkaian dengan likuiditas dan stabilitas sektor keuangan, nan perlu dijaga agar penyaluran angsuran tetap optimal ke sektor produktif. 

Agenda kedua adalah menjaga kredibilitas kebijakan fiskal melalui pengelolaan ruang fiskal nan disiplin dan produktif, terutama untuk mendukung daya beli masyarakat dan produktivitas.  

Kemudian agenda ketiga ialah memperkuat investasi dan hilirisasi untuk membangun rantai nilai domestik, menciptakan lapangan kerja formal, serta meningkatkan penguasaan teknologi. Realisasi investasi pada semester I-2026 telah mencapai lebih dari Rp1.010 triliun, dengan sekitar Rp300 triliun di antaranya berasal dari sektor hilirisasi.  

Sementara agenda keempat mencakup transisi daya dan proyek strategis melalui penguatan investasi pada teknologi daya hijau untuk meningkatkan ketahanan daya dan efisiensi jangka panjang. 

Dorong Mesin Pertumbuhan Baru

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia merupakan forum tahunan nan digagas INDEF sebagai wadah bagi para ahli ekonomi untuk menyampaikan analisis, gagasan, serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. 

Pada penyelenggaraan 2026, forum tersebut kembali mengambil relevansi di tengah dinamika ekonomi dunia nan terus berubah. Tekanan geopolitik, perubahan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar, dinamika perdagangan dan investasi, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah rumor nan perlu diantisipasi Indonesia. 

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 diharapkan tidak berakhir pada pembahasan mengenai tantangan, tetapi juga menghasilkan pendapat konkret mengenai mesin pertumbuhan ekonomi baru nan bisa memperkuat ketahanan ekonomi domestik. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia