Binti Mufarida
, Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |21:23 WIB

Praktisi Hukum Saor Siagian (foto: tangkapan layar)
JAKARTA – Praktisi hukum, Saor Siagian menilai reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kudu dimulai dari proses rekrutmen.
Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bertema “Ujian di Tengah Percepatan Reformasi Polri” di iNews TV, Kamis (26/2/2026).
Dalam obrolan tersebut, Saor mengutip pernyataan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana mengenai persoalan rekrutmen di Polri.
“Saya kutip Profesor Krisnanda, nan juga tim internal reformasi Polri. Dia menyebutkan, ‘Dosa pertama daripada kami adalah waktu rekrutmen.’ Faktanya, banyak orang titip,” ujar Saor.
Menurut dia, pernyataan itu disampaikan secara terbuka sebagai corak pertimbangan internal.
“Oh, secara terbuka. Bahkan dibilang, ‘Dosa-dosa kami ini, kami semua terbuka.’ Artinya, sebelum pengawasan seperti nan dibilang Pak Irianto nan saya sangat hormati, memang dari awalnya sudah bermasalah,” ucapnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·