Sanggar Titibah Badung Debut di PKB 2026 dengan Arja Klasik Kembar Buncing

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, DENPASAR, – Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Seni Titibah menampilkan Utsawa Parade Arja Klasik berjudul Kembar Buncing dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Pementasan berjalan di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Selasa, dan menjadi penampilan perdana sanggar tersebut di arena bergengsi ini.

Ketua Sanggar Seni Titibah, I Gusti Made Sunadi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh seniman pendukung atas kerja keras mereka. "Perdana tampil di PKB dan arja ini sudah beberapa kali tampil namun dengan lakon nan berbeda," ujarnya di Denpasar, Selasa.

Pertunjukan seni tradisional arja klasik ini merupakan penampilan perdana sanggar asal Banjar Teguan tersebut dalam arena PKB. Pementasan ini membawakan lakon berjudul Kembar Buncing nan sarat bakal makna kehidupan.

Cerita Kembar Buncing dari Geguritan Gandawirasa

Lakon Kembar Buncing diangkat dari cerita Geguritan Gandawirasa produksi Keluarga Kesenian Bali RRI Denpasar. Kisah ini menceritakan tentang perjalanan hidup putra mahkota Kerajaan Supala nan disembunyikan di tengah hutan.

Sang putra mahkota tersebut sengaja dibesarkan di rimba agar identitasnya tidak diketahui musuh. Setelah dewasa, dia memutuskan berkelana mencari kerabat kandungnya nan telah berpisah sejak kecil.

Pencarian panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kedua berkerabat tersebut sukses dipertemukan kembali secara dramatis di wilayah Kerajaan Candra Buana.

Persiapan dan Dukungan

"Persiapan intensif dan waktu latihan nan kami butuhkan dimulai sejak bulan Februari lalu. Harapan ke depan, semoga melalui momentum PKB ini, pementasan arja klasik bisa semakin dikenal dan dicintai di kalangan masyarakat luas," kata Sunadi.

Menurut dia, pementasan tradisional arja klasik ini tidak sekadar menyajikan intermezo visual dan estetika visual semata, namun juga menjadi media edukasi lantaran sarat bakal nilai moral serta makna kehidupan nan mendalam bagi para penontonnya.

Pementasan ini melibatkan total 24 orang seniman berkakat dari Kabupaten Badung. Seluruh pendukung tersebut terbagi secara setara menjadi 12 orang penabuh dan 12 orang penari.

Produksi seni ini dibina oleh I Gusti Made Sunadi dan Anak Agung Oke Susilawati selaku pembina tari, serta I Wayan Griya dan I Made Mindrawan sebagai pembina tabuh. Kegiatan ini didukung penuh oleh Bupati Badung, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta Listibiya Kabupaten Badung, dengan I Gusti Putu Ngurah Angga Dipayana sebagai koordinator lapangan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional