Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung Berakhir di Majalaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, BANDUNG, – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap kebenaran pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan wanita dan penganiayaan terhadap YTR (29). Tersangka diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang, Banten, sebelum akhirnya sukses ditangkap di area Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa malam.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa tersangka menganggap Tangerang sebagai tempat nan aman. Namun, kebingungan dan rasa tidak kondusif justru mendorongnya untuk kembali lagi ke Jawa Barat.

“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, nan berkepentingan sempat beranjak ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat nan aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lampau kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Irjen Pol Rudi Setiawan di Bandung, Selasa.

Terlacak dari Transaksi Daring

Setelah kembali ke Jawa Barat, Taufik Hidayat menuju rumah kerabatnya di area Majalaya. Keberadaannya sukses terlacak oleh tim kepolisian melalui aktivitas transaksi nan dilakukannya secara daring pada pagi hari sebelum penangkapan.

“Tadi pagi nan berkepentingan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh karena itu, para tim nan bekerja di Majalaya tetap berada di sana, mencari seputar wilayah perumahan tersebut, dan akhirnya sore hingga malam hari dapat berjumpa dan menangkap nan bersangkutan,” ujar Rudi.

Pihak kepolisian memastikan bahwa selama dalam pelarian, tersangka bergerak seorang diri tanpa support dari pihak lain. “Yang kita lihat ini pergerakannya sendiri, tidak ada support orang lain. Sehingga bisa kita pastikan pelariannya ini sendiri,” tegas Kapolda.

Pengakuan Tersangka dan Kondisi Korban

Dari hasil pemeriksaan sementara, Taufik Hidayat mengakui seluruh perbuatannya terhadap korban. Ia menyatakan penyesalan dan mengaku melakukan tindak kekerasan tersebut dalam kondisi dipengaruhi oleh konsumsi alkohol. Penyidik saat ini tetap terus mendalami motif serta rangkaian komplit penganiayaan nan dialami YTR.

Kasus ini sendiri terungkap setelah family korban menerima pesan misterius melalui aplikasi WhatsApp. Pesan dari seseorang tidak dikenal itu menginformasikan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Akibat dugaan penganiayaan berat tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius. Beberapa di antaranya adalah gangguan penglihatan hingga kebutaan pada kedua mata, bibir sumbing, kesulitan berbicara, serta tidak dapat melangkah secara normal. Korban juga dilaporkan kehilangan sejumlah peralatan berharganya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional