Victor Wembanyama(Dok Istimewa)
LANGKAH fenomenal Victor Wembanyama untuk mengukuhkan diri sebagai wajah baru bola basket bumi bakal diuji pada Kamis (2/6).
Pebasket asal Prancis tersebut bersiap memimpin San Antonio Spurs dalam laga pertama NBA Finals melawan New York Knicks, tim nan tengah berjuang mengakhiri dahaga gelar juara selama 53 tahun.
Hanya berselang tiga tahun setelah memasuki NBA sebagai pilihan pertama dalam draf 2023, bintang muda dengan tinggi badan 2,24 meter ini langsung menembus babak puncak. Kehadiran Wembanyama membawa transformasi luar biasa bagi Spurs.
Setelah hanya mengemas 22 kemenangan di musim perdana Wembanyama dan 34 kemenangan pada tahun lalu, San Antonio melesat musim ini dengan catatan impresif 62 kemenangan sebelum akhirnya menumbangkan juara memperkuat Oklahoma City Thunder lewat drama tujuh gim di final Wilayah Barat.
Pencapaian ini menempatkan Wembanyama di jalur kilat NBA. Sebagai perbandingan, Michael Jordan meraih cincin juara pertamanya pada usia 28 tahun, sedangkan LeBron James pada usia 27 tahun.
Wembanyama, nan baru menginjak 22 tahun, berkesempatan memangkas rekor usia tersebut. James apalagi sempat menjuluki Wembanyama sebagai "alien" sebelum draf 2023 lantaran kombinasi langka antara ketangguhan bentuk dan pertahanan kuat nan dipadukan dengan kelincahan serta kecermatan tembakan.
Di babak penentuan itu, Wembanyama membuktikannya dengan menorehkan rata-rata 23,2 poin, 10,8 rebound, 2,7 assist, dan 3,5 blok per gim.
"Memenangi Larry O'Brien (trofi juara NBA) adalah angan masa kecil, dan mempunyai kesempatan nyata untuk itu, mempunyai kesempatan nyata untuk memenanginya, ini adalah kesempatan seumur hidup," ujar Wembanyama dikutip dari AFP.
"Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ini nyaris seperti makna dari hidup saya," imbuhnya.
Namun, ambisi besar Wembanyama dipastikan mendapat hadangan berat dari Knicks nan sudah membuktikan kapabilitas mereka musim ini.
Sepanjang musim reguler, Knicks memenangi dua dari tiga pertemuan melawan Spurs, termasuk kemenangan 124-113 di final NBA Cup pada Desember lalu.
Kekuatan New York bertumpu pada skuad utama nan tangguh, dipimpin oleh Jalen Brunson nan mencetak rata-rata nyaris 27 poin di babak penentuan, berbareng Karl-Anthony Towns nan mencatat rata-rata double-double, serta kontribusi krusial dari Mikal Bridges dan Josh Hart.
Meskipun bursa taruhan lebih mengunggulkan San Antonio, Knicks mempunyai untung dari masa rehat nan lebih panjang.
Setelah menyapu bersih Cleveland Cavaliers dengan kelebihan 4-0 di final Wilayah Timur pada 25 Mei, para pemain Knicks bisa memulihkan stamina sementara Spurs kudu menguras daya dalam duel sengit tujuh gim melawan Oklahoma City.
Pelatih Knicks, Mike Brown, sangat menyadari tantangan besar nan menanti timnya dalam misi membawa pulang trofi juara nan terakhir kali diraih klub pada 1973.
"Ini bakal menjadi pertandingan nan sulit. Mereka dilatih dengan baik. Mereka jelas mempunyai pemain nan luar biasa dalam diri 'Wemby'," kata Brown mengenai kekuatan Spurs.
Brown menambahkan bahwa Spurs mempunyai perpaduan skuad nan solid antara pemain muda penuh daya dan barisan veteran berpengalaman.
"Mereka adalah tim nan tampil sangat garang dan menyerang lebih dulu. Pendukung mereka sangat mendukung, dan kami hanya kudu pergi dan memastikan bahwa kami mencoba menyamai alias melampaui bentuk mereka untuk memulai permainan dengan tetap bersandar pada standar kami," tutur Brown. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·