Moms, banyak orang tua bertanya-tanya sampai usia berapa anak masih perlu tidur siang. Sebagian menganggap tidur siang wajib dilakukan hingga anak masuk sekolah, sementara nan lain membiarkan anak berakhir tidur siang sejak dini.
Padahal, menurut master ahli anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A, tidak ada batas usia tertentu nan mewajibkan anak untuk tetap tidur siang. Hal nan paling krusial justru adalah memastikan total lama tidur anak dalam sehari sesuai dengan kebutuhan usianya.
"Tidak ada ketentuan unik sampai usia berapa anak wajib tidur siang. nan terpenting adalah kebutuhan tidur hariannya tetap terpenuhi," jelas dr. Reza pada kumparanMOM, Rabu (29/7).
Tidak Ada Batas Usia Wajib Tidur Siang
Setiap anak mempunyai kebutuhan tidur nan berbeda. Bila tidur malam anak sudah cukup memenuhi kebutuhan hariannya, maka dia tidak kudu tidur siang.
Berikut rekomendasi total lama tidur berasas usia:
Usia 1–2 tahun: 11–14 jam per hari, termasuk tidur siang.
Usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari, termasuk tidur siang.
Usia 6–13 tahun: 9–11 jam per hari.
Usia 14–17 tahun: 8–10 jam per hari.
Karena itu, orang tua tidak perlu memaksa anak tidur siang andaikan kebutuhan tidurnya sudah terpenuhi melalui tidur malam nan berkualitas.
Kapan Anak Masih Membutuhkan Tidur Siang?
Secara umum, anak berumur di bawah 5 tahun tetap memerlukan tidur siang. Pasalnya, kebutuhan tidur mereka tetap lebih dari 10 jam setiap hari sehingga tidur siang membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Memasuki usia sekolah, kebutuhan tidur mulai berkurang menjadi sekitar 9–11 jam per hari. Pada fase ini, sebagian anak sudah bisa memenuhi kebutuhan tidurnya hanya dari tidur malam sehingga tidak lagi memerlukan tidur siang secara rutin.
Meski begitu, kondisi setiap anak tetap berbeda. Ada anak usia sekolah nan sesekali tetap memerlukan tidur siang, terutama jika aktivitasnya padat alias waktu tidur malamnya kurang.
Mengapa Tidur nan Cukup Penting untuk Anak?
Tidur bukan sekadar waktu beristirahat. Saat tidur, tubuh anak menjalankan beragam proses krusial untuk tumbuh kembangnya.
Tidur nan cukup berkedudukan dalam:
Membantu pembentukan dan penyimpanan memori.
Mendukung pertumbuhan tinggi badan melalui pelepasan hormon pertumbuhan.
Menjaga daya tahan tubuh agar anak tidak mudah sakit.
Jika anak tetap tidur siang, durasinya pun tidak kudu sama pada setiap anak. Umumnya berkisar antara 1–2 jam, tergantung kebutuhan masing-masing dan lamanya tidur malam.
Apakah Remaja Masih Perlu Tidur Siang?
Pada remaja, tidur siang umumnya tidak lagi menjadi kebutuhan harian.
“Namun, jika merasa capek alias kurang tidur pada malam sebelumnya, remaja dapat melakukan power nap selama sekitar 10–15 menit. Tidur singkat ini dapat membantu tubuh dan otak kembali segar tanpa mengganggu kualitas tidur malam,” kata dr. Reza.
Jadi, alih-alih berfokus pada usia kapan anak kudu berakhir tidur siang, orang tua sebaiknya memperhatikan apakah total kebutuhan tidur anak sudah terpenuhi sesuai usianya. Tidur nan cukup tetap menjadi salah satu fondasi krusial untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak secara optimal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·