Sambut Panen Raya 10 Juta Ton Beras, Sistem Resi Gudang Diperkuat di 10 Provinsi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |21:33 WIB

Sambut Panen Raya 10 Juta Ton Beras, Sistem Resi Gudang Diperkuat di 10 Provinsi

Panen Raya (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menjelang puncak panen raya periode Maret–April 2026, penguatan Sistem Resi Gudang (SRG) digencarkan di 10 wilayah sentra komoditas untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi registrasi nan akuntabel, para pelaku upaya sektor pangan sekarang dapat mengelola stok komoditas dengan lebih optimal sekaligus mendukung sasaran swasembada pangan pemerintah.

Sebagai lembaga Pusat Registrasi Resi Gudang (PusReg RG), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) memastikan proses registrasi resi penyimpanan melangkah secara transparan, aman, dan akuntabel. Hal ini menjadi semakin relevan menjelang musim panen, di mana kesiapan akomodasi penyimpanan dan pencatatan komoditas nan tertib membantu petani mengelola hasil panen secara maksimal.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional KBI, Saidu Solihin, menyampaikan bahwa penguatan sosialisasi merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan jasa sekaligus memperluas faedah SRG bagi masyarakat.

“Kami mau menunjukkan bahwa menjaga amanah diwujudkan melalui peningkatan jasa dan edukasi kepada para pemangku kepentingan. Sosialisasi Is-Ware Next Gen merupakan bagian dari upaya memastikan sistem registrasi resi penyimpanan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.

Periode Maret hingga April 2026 diperkirakan menjadi puncak musim panen padi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) alias setara dengan 10,16 juta ton beras.

Tren produksi nan positif ini didorong oleh peningkatan luas tanam dengan titik panen terkonsentrasi di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Dalam kondisi musim panen nan umumnya diikuti oleh kecenderungan penurunan nilai gabah, keberadaan SRG menjadi salah satu pengganti solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga nilai kembali stabil.

Melalui sistem nan dikelola KBI, komoditas nan disimpan di penyimpanan tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan pangan. Selain sebagai instrumen tunda jual, resi penyimpanan juga dapat dimanfaatkan untuk manajemen stok dalam aktivitas ekspor komoditas, seperti rumput laut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com