Jaksa KPK menghadirkan saksi seorang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) jalur udara dari Bali, Sri Pangestuti, dalam perkara suap nan terjadi di Ditjen Bea Cukai. Dalam kesaksiannya, Sri Pangestuti namalain Tuti, mengungkapkan sempat dimintai tolong untuk menulis list kode nomor romawi hingga nominal saat berjumpa Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan dan John Field selaku ketua BlueRay Cargo.
Hal ini disampaikan Tuti dalam sidang nan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/6/2026). Awalnya, Tuti menyampaikan dirinya berbareng John Field sempat melakukan pertemuan dengan Orlando di Kantor Bea Cukai Pusat di Jakarta.
Jaksa pun menanyakan momen pertemuan tersebut kepada Tuti. Jaksa mengulik kebenaran mengenai Tuti nan dimintakan tolong untuk menulis sesuatu dalam pertemuan tersebut.
"Ibu dimintai support oleh Pak John untuk mencatat? Ada momen itu di momen hari itu Ibu tolong disampaikan?" tanya jaksa.
"Iya, jadi Pak John itu sampaikan ke saya, 'Bu, saya kan suka lupa, minta tolong dicatatkan'," jawab saksi.
Jaksa kemudian memastikan perangkat tulis nan digunakan Tuti. Tuti pun menyampaikan menulis menggunakan pena serta kertas nan tersedia di ruang Orlando.
Kemudian jaksa mencari tahu perihal apa nan diminta John serta Orlando kepada Tuti untuk ditulis. Jaksa mengonfirmasi mengenai tulisan tersebut terdiri atas nomor romawi, inisial hingga sejumlah nominal.
Jaksa lantas menampilkan gambar tulisan nan ditulis oleh Tuti. Jaksa menanyakan apakah Tuti memahami maksud tulisan nan dia tulis sesuai permintan John dan Orlando.
"Yang Ibu maknai huruf itu adalah inisial nama maupun nama? Kemudian untuk nan tulisan nomor itu Ibu, Ibu pahami apa?" tanya jaksa.
"Kalau saya pada waktu itu, ya Pak John minta tolong kan, dari awal Pak John itu minta tolong sama saya," jawab saksi.
"Ucapannya gimana Ibu? Tolong ditegaskan Pak Jon bilang apa?" tanya jaksa.
"Pak John, 'Bu, saya takut lupa, ditulis gitu'," jawab saksi.
"Kemudian tadi Ibu menulis itu, atas ucapannya apakah hanya ucapan Pak John nan Ibu tulis? alias juga ucapannya Pak Ocoy (Orlando)?" tanya jaksa.
"Ucapannya berdua," jawab saksi.
"Dua-duanya?" tanya jaksa.
"Iya," jawab saksi.
Jaksa pun menanyakan kepastian nomor Romawi, huruf serta nominal nan ditulis oleh Tuti. Jaksa juga merinci tiap-tiap nan ditulis atas perminta dari pihak Orlando alias John.
"Baik Ibu ini nomor 1 P. GH 250. Siapa nan mengucapkan ini kemudian Ibu menulisnya?" tanya jaksa.
"Kalau itu, jika nggak salah Pak Ocoy," jawab saksi.
"Kemudian untuk nomor 2 P. EH. Kemudian itu 600 Ibu ya? GH kemudian EH. Atau Ibu tolong, Ibu nan menulis boleh tolong disebutkan ini apa?" tanya jaksa.
"Saya kurang apa, ini Pak, izin, saya satu lupa. Karena saya hanya menulis jadi saya nggak masuk kepala," jawab saksi.
"Nah itu dia, Ibu ini kembali lagi kami bantu ingatkan. Seingat Ibu, jadi ini betul Ibu menulis nomor I romawi? Kemudian ini adalah hurupnya P. Kemudian titik GH. Kemudian itu ada tulisan 250. Betul nan saya bacakan? Nah ucapan siapa nan Ibu tulis? Kemudian Ibu tulis nomor 1 P. GH. Kemudian 250, apakah Pak John alias Pak Ocoy?" tanya jaksa.
"Izin maaf, berdua," jawab saksi.
"Berdua ya?" tanya jaksa.
"Iya. Mana Pak Ocoy, mana Pak John, saya lupa," jawab saksi.
Setelah Tuti mengaku lupa, jaksa pun mencoba merinci tulisan tersebut. Dari tulisan nan ditampilkan jaksa lewat proyektor, tampak tertulis jelas kode-kode itu ialah sebagai berikut:
I
1 P. GH = 250
2 P. EN = 600
3 P. Koor I = 300
(jumlah total) = 1.150
P.
1 P. OC (BY+FC) 750
2 P. Koor P. 300
(jumlah total) = 1.050
"Tapi betul ini tulisan tangan Ibu ya?" tanya jaksa.
"Iya," jawab saksi.
"Kemudian kita ke nomor 3 Ibu. Bisa tolong dibacakan?" tanya jaksa.
"P titik, koor I titik," jawab saksi.
"Romawi ya?" tanya jaksa.
"Iya," jawab saksi.
Jaksa kembali melanjutkan pertanyaannya. Jaksa menanyakan, tulisan itu diberikan ke siapa oleh Tuti. Tuti mengaku, tulisan tertulis difoto dan dikirimkan ke staf John Field berjulukan Yohanes.
"Tulisan itu Ibu kasih ke siapa jadinya?" tanya jaksa.
"Difoto kirim ke Pak Yohanes," jawab saksi.
"Oh di foto dikirim ke Pak Yohanes?" tanya jaksa.
"Pak Yohanes, stafnya Pak John," jawab saksi.
(kuf/maa)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·