Saksi Kasus Kuota Haji Ungkap Titipan 406 Ribu Dolar AS untuk Gus Alex

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Syaiful Bahri namalain Bajak Laut mengaku pernah mengambil duit tunai senilai USD406 ribu nan disebut sebagai titipan untuk mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis namalain Gus Alex.

Mantan staf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengungkapkan pengalamannya tersebut saat menjadi saksi dalam sidang pembuktian perkara dugaan korupsi pengaturan kuota haji tambahan 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Syaiful mengatakan, dirinya awalnya mendapat pesan WA dari seseorang berjulukan Asrul pada 2024. Dalam pesan tersebut, dia diminta datang ke sebuah instansi di area Mampang, Jakarta Selatan, untuk mengambil peralatan titipan nan disebut bakal diberikan kepada Gus Alex.

“Saya itu ada nan menghubungi, katanya ada titipan untuk Gus Alex. Waktu itu ada nan WA ke saya atas nama Pak Asrul. Kantornya di Mampang,” kata Syaiful menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Syaiful kemudian datang ke letak menggunakan mobil. Ia apalagi membuka bagasi lantaran mengira peralatan nan bakal dibawa cukup banyak.

Namun, setibanya di sana, peralatan nan diberikan kepadanya rupanya hanya sebuah tas tenteng.

"Tak (saya) kira kan barangnya banyak. makanya saya buka bagasi mobil. Tak kirain kan sebelumnya ada kitab juga nan dititipin untuk Gus Alex gitu. Makanya jika kudu bawa mobil. 'Lho kok cuman sedikit?', saya bilang gitu. Katanya barangnya banyak," ungkap Syaiful di hadapan majelis hakim.

Saat tas tersebut dibuka, Syaiful mengaku terkejut lantaran isinya bukan kitab alias dokumen, melainkan duit tunai dalam pecahan dolar Amerika Serikat.

"Habis itu kan bisa dibuka. ‘Lho, kok uang,’ saya bilang gitu. Bentuknya betul-betul uang. Ada tulisan US$406.000,” sambungnya.

Syaiful mengatakan dirinya kemudian membawa duit tersebut dan keesokan harinya melaporkannya kepada Gus Alex di kantornya.

“Saya langsung besoknya ketemu beliau di kantor. Saya (bilang), ‘Pak, saya kemarin ada nan menghubungi atas nama ini dan kemudian begitu titipan saya ambil, rupanya uang. Uangnya ini.’ Kata beliau, ‘Ya sudah, Anda hubungin balik, ini untuk apa.’ Tapi nomornya tidak aktif saat saya WA,” jelas Syaiful.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita