
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: PBSI)
SHENZHEN – Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, tampil berbeda di China Masters 2026. Pasalnya dia mengikuti turnamen tersebut dengan status berbeda, ialah sebagai tunggal putra ranking satu dunia.
Ya, China Masters 2026 nan dihelat di Shenzhen Arena, China, menjadi turnamen perdana Jonatan nan sekarang berstatus raja tunggal putra dunia. Kabar baiknya, perjalanan Jonatan dengan status barunya melangkah mulus, terbukti dia sukses mengalahkan wakil Malaysia, Leong Jun Hao di babak 32 besar, pada Selasa 1 September 2026.
Meskipun menyandang predikat unggulan teratas pada turnamen berlevel Super 750 ini, Jojo memilih untuk tetap membumi dan konsentrasi penuh pada jalannya pertandingan. Bagi atlet berumur 28 tahun tersebut, status nomor satu bumi tidak memberikan keistimewaan unik di dalam garis lapangan selain posisi di dalam skema turnamen.
“Paling beda skema saja nan sekarang di atas, tapi lawan-lawan juga, kan, sama saja," tutur Jonatan, berasas keterangan resmi Humas dan Media PP PBSI, dikutip Rabu (2/9/2026).
Jonatan Christie. (Foto: PBSI)
1. Adaptasi Cepat
Pertandingan pembuka melawan Jun Hao tidak dilalui Jojo tanpa halangan berarti, terutama dalam perihal penyesuaian diri dengan atmosfer arena pertandingan. Jebolan PB Tangkas ini mengakui bahwa dirinya tetap memerlukan waktu untuk membaca kondisi lapangan di Shenzhen pada awal laga.
"Hari ini melangkah cukup oke. Tapi sedikit banyak tetap penyesuaian dengan kondisi di arena," imbuhnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·