Said Abdullah Ungkap Tiga Fondasi Hubungan Megawati dan Prabowo

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Menurut Said, kedua tokoh mempunyai pandangan nan sama mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kedua beliau mempunyai pandangan nan sama bahwa lembaga seperti BPIP memang kudu dipimpin oleh seorang negarawan. Urusan Pancasila melampaui segala-galanya, dan itulah nan dipedomani oleh kedua beliau. Jadi kemesraan pada peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan manifestasi dari perihal tersebut," ujarnya.

Said juga menilai hubungan Megawati dan Prabowo dibangun di atas politik kebangsaan nan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik praktis.

"Perbedaan jalan politik, di mana PDI Perjuangan mengambil posisi sebagai partai penyeimbang, tidak dimaknai Presiden Prabowo sebagai musuh. Bahkan dalam pidatonya di DPR pada 20 Mei lalu, Presiden Prabowo menghormati dan mengapresiasi beragam masukan nan disampaikan kader-kader PDI Perjuangan," katanya.

Ia menambahkan, kedua tokoh telah menunjukkan praktik politik nan melampaui sekadar perebutan kekuasaan.

"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata-mata kekuasaan," ujar Said.

Menurut Said, fondasi hubungan tersebut menjadi argumen hubungan Megawati dan Prabowo tetap terjaga dengan baik meskipun berada dalam posisi politik nan berbeda.

Ia juga menilai keteladanan tersebut tercermin dalam hubungan Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra di DPR.

"Kedua fraksi bisa cair saling berbincang dan berganti pandangan dalam membahas kebijakan maupun program pemerintah. Meskipun dalam beberapa perihal terdapat perbedaan pandangan, keduanya tetap memahami posisi masing-masing dan saling menghargai sebagai sahabat politik nan bisa terus bersinergi," kata Said.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita