Kegiatan liputan Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)
Ayahku pernah bilang, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) itu bisa menjadi besar lantaran kesabaran dan ketelitian. Perusahaan ini pernah mengalami masa-masa sulit, tetapi kemudian bisa bangkit kembali. Perjalanannya persis seperti seekor burung nan sayapnya sempat terluka, tetapi akhirnya bisa terbang tinggi lagi di angkasa.
Hari ini, Senin, 24 Agustus 2026, saya berbareng 49 kawan Reporter Cilik (Repcil) lainnya berkesempatan melakukan aktivitas factory visit ke PT DI nan berlokasi di Jalan Pajajaran No. 154, Kota Bandung. Begitu melangkah masuk ke area hangar pesawat nan sangat luas, semua orang seketika terlihat takjub. “Wah, besar dan megah sekali ya!” celetuk teman-teman.
Awalnya, saya mengira perihal nan paling keren di tempat ini hanyalah kecanggihan teknologi dan mesin-mesin pesawat nan serba modern. Namun, setelah memandang langsung prosesnya, perihal nan paling membuatku kagum justru adalah Bapak dan Ibu pekerjanya. Ternyata, mereka mempunyai tingkat kesabaran dan ketelitian nan super hebat. Mereka kudu merakit komponen-komponen pesawat nan berukuran raksasa, lampau memasang sekrup, baut, hingga kabel-kabel mini satu per satu dengan sangat rapi sampai tuntas.
Di area hangar, saya berkesempatan wawancara dengan Pak Ari dan Pak Zuhal nan bekerja di Divisi Quality Inspector. Beliau berdua menjelaskan bahwa sikap sabar, teliti, dan ulet adalah kunci utama dalam bekerja di bumi penerbangan. Hal ini lantaran setiap pesawat nan diciptakan oleh PT DI sama sekali tidak boleh mempunyai bagian nan abnormal alias error sebelum diserahkan kepada pengguna (customer) demi menjaga keselamatan.
Menurut Pak Ari dan Pak Zuhal, untuk melatih kesabaran dan ketelitian sejak dini, kita sebagai pelajar kudu giat belajar, selalu konsentrasi mendengarkan saat ada orang lain nan sedang berbicara, serta belajar melawan rasa bosan. Insyaallah, dengan disiplin melakukan hal-hal positif tersebut, kita bisa tumbuh menjadi anak nan lebih sabar dan teliti.
Teknologi nan dimiliki oleh PT DI memang sangat hebat! Namun, tanpa adanya karakter Sumber Daya Manusia (SDM) nan kuat dan berintegritas, perusahaan ini tidak bakal pernah bisa menghasilkan karya pesawat terbang nan dahsyat. Sebuah pesawat nan bisa terbang tinggi menembus awan rupanya dirakit sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran dan ketelitian.
Pengalaman berbobot hari ini mengingatkanku pada kata-kata bijak dari Bapak B.J. Habibie: “Keberhasilan bukanlah milik orang nan pintar; keberhasilan adalah kepunyaan mereka nan senantiasa berusaha.” Semoga pelajaran mini nan saya dapatkan di pabrik pesawat ini bisa membawa faedah nan besar buat kita semua, ya! Aku Kirana Vidya Ayumi, Reporter Cilik Media Indonesia, melaporkan langsung dari PT Dirgantara Indonesia. (X-6)

English (US) ·
Indonesian (ID) ·