Saat Api di Gambir Datang, Moh Yatim Kehilangan Segalanya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Siang itu, Senin 31 Agustus 2026, suasana di permukiman padat Jalan Batu Ceper VIII, Kebon Kalapa, Gambir, Jakarta Pusat, mendadak berubah panik.

Api nan muncul dari sebuah kos-kosan dua lantai dengan sigap merambat ke sejumlah gedung di sekitarnya hingga meluas ke empat RT dan menghanguskan 114 rumah serta berakibat pada 880 jiwa.

Moh Yatim (72), penduduk sekitar, menceritakan kepanikannya saat kebakaran terjadi. Saat itu, dia berada di dalam rumah berbareng anaknya ketika mendengar teriakan dari lantai dua gedung tersebut.

"Saya tuh dengar ada ledakan dari depan rumah, terus melihat banget ada nan teriak panik, penghuninya keluar tiba-tiba nangis, di situ ada kepulan api," kata dia kepada Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Mendengar teriakan itu, Moh Yatim langsung berupaya mengamankan diri sekaligus membantu memadamkan api. Namun, suasana di sekitar letak saat itu cukup sepi. Kebetulan, penduduk tengah menghadiri berita duka setelah pemakaman.

Menurut dia, hanya ada sekitar empat orang di sekitar lokasi. Ia pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Moh Yatim berlari kembali ke rumah mengambil ember dan air. Di tengah terik matahari, dia berulang kali membawa air untuk menjinakkan api. Ia juga sempat meminta support kepada tetangga, tetapi upayanya tak bisa menghentikan kobaran api.

Namun, upayanya tak bisa menghentikan laju api. Bukannya sukses mencegah bara merambat, tempat tinggal Moh Yatim justru ikut gosong dilalap si jago merah.

"Semuanya sudah lenyap kebakar, tidak ada nan bisa diselamatkan. Bahkan dompet saya juga enggak tahu di mana, sudah kebakar semua. Enggak ada lagi selain ini busana saja," cerita dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita